Pasar Tenaga Kerja AS Meningkat, Dolar Gerus Rupiah 22 Poin

Jakarta – Rupiah mengalami pelemahan pada akhir sore ini, Kamis (4/8) sebesar 22 poin atau 0,17 persen ke level Rp 13.143 per AS, berdasarkan dari Bloomberg Index. Sejak pagi tadi rupiah dibuka 38 poin atau 0,29 persen ke Rp 13.159 per dolar AS. Hingga siang hari rupiah masih berada di zona merah dan diperdagangkan di kisaran Rp 13.127 – Rp 13.174 per dolar AS.

Sebelumnya rupiah berakhir 0,24% atau 31 poin sebesar Rp 13.121 per dolar AS. Analis First Capital David Sutyanto mengungkapkan bahwa melemahnya mata uang Garuda kemarin disebabkan oleh turunnya harga minyak mentah. Penurunan harga minyak mentah itulah yang mengakibatkan terjadinya penguatan terhadap dan dolar AS.

“Harga komoditas turun, (investor) akan lari ke yen serta dolar AS,” ujar David, Rabu (3/8).

Selain rupiah, mata uang lain di kawasan Asia Tenggara pun juga ikut tergerus oleh kekuatan dolar AS. Tercatat ringgit Malaysia terdepresiasi 0,42%, melemah 0,36%, peso Filipina melemah 0,05%, begitu pula dengan dolar yang melemah sebesar 0,13%.

Sementara itu, pasar berspekulasi bahwa The Fed akan meningkatkan tingkat suku bunga pinjamannya seiring dengan penguatan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. Berdasar data payroll yang diterbitkan ADP Research Institute kemarin, angka kepegawaian bulan Juli naik hingga 179.000 dibanding bulan lalu.

Loading...