Pasar Smartphone menjadi Penetral Efek Perlambatan Ekonomi Global di China

Pertumbuhan penjualan smartphone global dinilai akan ‘mendinginkan’ perlambatan ekonomi di sebanyak 1 digit untuk pertama kalinya, begitulah yang baru-baru ini dilontarkan oleh pengamat (3/12).

Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) menyatakan harapan mereka pada distribusi smartphone di seluruh dunia yang tumbuh sebesar 9,8% pada tahun 2015 menjadi total 1,43 miliar unit. Perkiraan tersebut merefleksikan pertumbuhan yang lebih lambat di banyak pasar Asia, Latin, maupun Eropa Barat.

“Efek Pendinginan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2019”, kutip IDC.

Fokus pasar saat ini adalah China, yang mana disinyalir akan terkena dampak perlambatan ekonomi dan berskala besar-besaran.

“IDC mempertahankan pandangannya bahwa Cina memiliki peluang terbesar untuk menjadi pasar pengganti,” ujar pengamat dalam laporan terbarunya.

Pertumbuhan terkuat akan datang dari Timur Tengah dan Afrika dengan keuntungan mencapai hampir 50%, melebihi negara-negara berkembang lainnya seperti dan .

“Dengan adanya pasar smartphone, akhirnya perlambatan (ekonomi) tertahan 1 digit, menjaga momentum akan bergantung pada beberapa faktor,” kata Ryan Reith, analis IDC.

“Pendorong utama telah dan akan terus mencetak keberhasilan penjualan smartphone murah di pasar negara berkembang. Hal ini, pada gilirannya, akan tergantung pada orientasi nilai yang tertangkap oleh pembeli pertama seperti halnya pada juga pada pembeli pengganti.”

Pada beberapa negara berkembang, siklus penggantian akan berlangsung dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, “terutama karena smartphone yang memiliki komponen dengan di kisaran US$ 100 tidak dapat bertahan selama 2 tahun,” terang Reith.

“Menawarkan yang menarik bagi kedua jenis pembeli (pembeli pertama dan pengganti) pada titik harga yang cocok akan sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan dan keberhasilan penjual.”

IDC mengatakan, Android akan tetap mendominasi penjualan di tahun ini dengan pangsa pasar sebesar 81,2%. Sementara itu, Apple hanya menangkap 15,8% sisanya dan Windows Phone hanya diberi jatah sebesar 2,2% dari keseluruhan pasar smartphone. Sistem operasi lainnya diperkirakan masih digunakan oleh 0,8% pengguna smartphone di seluruh dunia.

Loading...