Pasar Saham Domestik Positif, Rupiah Ditutup Menguat 62 Poin

Pada (17/12), ditutup 62 poin. Laporan Indeks pada pukul 15.59 WIB menyebutkan, terapresiasi 0,44% ke Rp14.009 per dolar AS di spot.

Pada pembukaan pagi, rupiah berada di level Rp14.065 per dolar AS. Kemudian, rupiah bergerak fluktuatif di level Rp13.998 per dolar AS (terkuat) dan Rp14.081 per dolar AS (terlemah).

Sementara, menurut laporan Yahoo Finance pukul 16.15 WIB, rupiah ditutup pada level 14.035 per dolar AS. Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp14.040 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi justru ketika baru saja menetapkan suku bunga baru. Seperti diketahui, dalam rapat FOMC, kisaran federal Funds Rate ditetapkan pada level 0,25 persen hingga 5 persen, naik dari sebelumnya yang berkisar 0-0,25 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, dampak buruk dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed Fund Rate) sudah diprediksi sehingga pasar domestik bergerak positif. “Dampak buruk dari naiknya suku bunga the Fed sudah diprediksi pasar, sekarang menjadi lebih bagus karena ketidakpastian sudah tidak ada lagi,” jelas Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

Ia menambahkan, kebijakan the Fed membuat ketenangan. “Ini lebih baik daripada kembali menunggu seperti waktu sebelumnya,” lanjutnya.

“Meski bank sentral AS menaikan suku bunga acuannya, tetapi imbal hasil investasi yang ditawarkan di Amerika Serikat masih nol persen,” tambah Tito. “Sementara, Indonesia menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi sehingga masih dapat menarik minat investor untuk masuk ke dalam negeri.”

Meski begitu, pelaku pasar masih menanti keputusan Bank Indonesia yang akan menggelar rapat dewan gubernur hari ini. Salah satu poin yang dibahas adalah tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate).

Di sisi lain, investor pasar valas juga bersiap menghadapi potensi depresiasi dolar yang biasanya terjadi pasca-kenaikan suku bunga The Fed. Sebelumnya, dolar AS terdepresiasi usai siklus pengetatan moneter di AS pada 2004, 1999, dan 1994.

Loading...