Pasar Rebalancing Usai Kemenangan Trump, Rupiah Kembali Berakhir Melemah

Usai kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS, tengah melakukan rebalancing. Karena itu, pergerakan pun memang bakal tetap stay, setidaknya untuk jangka pendek. Seperti diwartakan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda kembali menutup sesi dagang hari ini (10/11) dengan turun 11 poin atau 0,08% ke Rp13.138 per AS, melanjutkan pelemahan yang terjadi pada sebelumnya.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.136 per . Mata uang Garuda sempat berbalik menguat saat istirahat siang dengan 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.119 per dolar AS. Namun, jelang tutup dagang atau pukul 15.50 WIB, spot kembali bergerak ke zona merah dengan turun 5 poin atau 0,04% ke Rp13.132 per dolar AS.

“Kemungkinan besar market global tengah rebalancing,” jelas Ahli Fix Income PT Danareksa Sekuritas, Amir A. Dalimunthe. “Setelah presiden (AS) jelas terpilih, sekarang market rebalancing portofolio, yang salah satu cirinya adanya pergerakan pasar yang volatil.”

Ditambahkan Amir, untuk saat ini, pelaku pasar masih melihat perkembangan di AS dan juga reaksi market lainnya. “Rupiah memang kemungkinan besar tetap di kisaran posisi seperti sekarang ini,” sambung Amir.

Hampir senada, Pasar Uang , Reny Eka Putri, menilai bahwa mata uang Garuda masih akan cenderung bergejolak dalam jangka pendek. Namun, rupiah tidak akan melemah terlalu tajam. “Rupiah masih akan melemah, namun shock ini hanya akan bertahan sementara,” urai Reny.

Loading...