Pasar Pagi Asemka Jadi Tempat Berburu Pulpen Grosir Harga Murah

Pasar Pagi Asemka - travel.kompas.comPasar Pagi Asemka - travel.kompas.com

Pasar Pagi Asemka di Barat selama ini dikenal sebagai tempatnya para distributor untuk tulis dan perlengkapan sekolah secara grosir maupun eceran. Di tempat ini bisa membelikan pulpen, pensil, buku tulis, dan tas sekolah dengan harga yang murah.

Di Pasar Pagi Asemka ada banyak perlengkapan sekolah yang . Beberapa menjual tas sekolah dengan harga terjangkau mulai dari Rp 25 ribuan hingga Rp 100 ribuan per . tas yang dijual pun variatif, mulai dari tas sekolah sampai tas kantoran. Sedangkan untuk pulpen pun juga tak kalah bervariasi, konsumen bisa menemukan beragam pulpen, baik yang buatan lokal hingga buatan China.

Uniknya, walaupun terkadang kualitasnya tidak terlalu baik, alat tulis asal China memiliki peminat sendiri. Menurut salah satu pedagang alat tulis di Proyek Pasar Pagi bernama Rohman, beberapa pelanggan lebih memilih alat tulis impor karena harganya yang relatif lebih murah. “Ada saja yang beli. Makanya masih jual. Tapi tetap banyakan (jual) merk lokal,” kata Rohman, seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Rohman menuturkan, pembeli alat tulis impor asal China biasanya memang tidak mengutamakan kualitas barang yang dibeli dan umumnya berasal dari masyarakat kalangan bawah yang mementingkan harga murah, serta kalangan perkantoran atau restoran yang memang tidak menjadikan pulpen sebagai kebutuhan utama mereka.

“Ya orang-orang yang penghasilannya pas-pasan kan yang penting ada, nggak pikir kualitas. Kantor-kantor juga masih ada beberapa (beli alat tulis impor), restoran juga kan buat nulis pesanan. Itu kan enggak mesti bagus, yang penting nyata,” ucap Rohman.

Harga pulpen impor di Pasar Pagi biasanya terpaut lebih murah 20% dibandingkan produk-produk buatan lokal. Bila pulpen lokal harga paling murah dibanderol sekitar Rp 12.000 per lusin, maka pulpen impor dijual seharga Rp 8.000 per lusin. Harga murah meriah tersebut rupanya juga sebanding dengan kualitas yang ditawarkan.

“Pulpen China gampang bocor, macet-macet. Apalagi kalau diperhatikan lebih jeli, isi pulpennya nggak penuh, kayak pulpen kita (lokal). Pensilnya juga gitu, kalau habis diserut, cepat patah. Nggak kuat,” tandas Rohman.

Loading...