Pasar Obligasi Positif, Rupiah Merangkak Naik di Awal Perdagangan

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Jumat (4/8) dengan penguatan sebesar 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp 13.324 per dolar . Sebelumnya, Garuda berakhir terdepresiasi sebesar 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp 13.327 per dolar AS usai diperdagangkan pada kisaran Rp 13.317 hingga Rp 13.335 per dolar AS.

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur pergerakan USD terhadap sejumlah mata uang utama dilaporkan 0,01 persen menjadi 92,387 pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran para investor kini tengah mencermati data-data terbaru .

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (3/8) bahwa angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran pada pekan yang berakhir (29/7) secara musiman mencapai angka 240.000, turun 5.000 dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya. “Dolar membutuhkan data pekerjaan yang bagus untuk mengurangi beberapa sentimen bearish yang tumbuh. Jika tidak, dolar akan terus melemah,” kata analis valuta asing di ING, Viraj Patel, seperti dilansir Reuters.

Di sisi lain Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memprediksi jika nilai tukar rupiah hari ini kemungkinan masih akan stabil lantaran ekspektasi sehubungan dengan rilis data jobless claims dan ISM Manufacturing PMI cukup . Dari dalam negeri sendiri Josua menilai masih belum ada sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah di pasar spot. “Masih Senin depan rilis data soal pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 , jadi tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Sementara itu, rupiah juga diprediksi berpotensi untuk menguat. “USD diperkirakan terus tertekan dengan sentimen positif yang diperkirakan manghampiri pasar obligasi,” ungkap Rangga Cipta, Analis Samuel Sekuritas di Jakarta, Jumat (4/8), seperti diwartakan MetrotvNews.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2017 yang akan dilaporkan pada Senin depan diperkirakan membaik ke level 5,07 persen year on year (YoY). “Dengan (BI) memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) capai 5,1 persen YoY,” imbuh Rangga.

Loading...