Pasar Obligasi Dalam Negeri Bergairah, Rupiah Berakhir Melonjak 72 Poin

Kembalinya arus masuk ke pasar obligasi dalam negeri memberikan dorongan positif bagi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan awal pekan (5/12) ini. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda berhasil membalikkan keadaan usai ditutup menguat 72 poin atau 0,53% ke level Rp13.440 per AS.

Rupiah sebenarnya membuka perdagangan hari ini dengan melemah 35 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.547 per dolar AS. Namun, istirahat siang, mata uang Garuda memberi kejutan dengan berbalik menguat 22 poin atau 0,16% ke Rp13.490 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.40 WIB, spot makin perkasa usai melonjak 82 poin atau 0,61% ke level Rp13.430 per dolar AS.

Menurut Ekonom Bahana Securities, Fakhrul Fulvian, flow ke pasar obligasi dalam seminggu terakhir sudah kembali sehingga memberikan dorongan positif bagi laju mata uang Garuda. “Arus masuk ke pasar obligasi dalam negeri terjadi sejak pasar menilai yield sudah atraktif,” katanya.

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa penguatan rupiah sejalan dengan 212 yang berlangsung damai serta penguatan SUN yang sebelumnya sempat melemah tajam. “ minyak yang terus naik juga bisa menopang rupiah,” urai Rangga.

“Namun, jika ketidakpastian di meningkat, maka bisa memicu penguatan dolar AS,” sambung Rangga. “Hal tersebut berpotensi menghambat pergerakan mata uang dalam negeri.”

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Hingga Senin siang, rupee terpantau menguat 0,13%, sedangkan baht Thailand mengekor dengan naik 0,09%. Di sisi lain, pelemahan terdalam terhadap the dialami dolar usai turun 0,41%, disusul dolar Taiwan yang anjlok 0,25%.

Loading...