Pasar Nantikan Risalah Pertemuan The Fed, Rupiah Dibuka Turun Tipis 1 Poin

Rupiah - jateng.tribunnews.comRupiah - jateng.tribunnews.com

dibuka 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 14.143 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (23/5). Kemarin, Selasa (22/5), Garuda ditutup terapresiasi 48 poin atau 0,34 persen ke level Rp 14.142 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah usai menguat selama 6 sesi perdagangan berturut-turut. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, dolar AS melemah 0,08 persen menjadi 93,599 lantaran para tengah menanti risalah pertemuan kebijakan .

Seperti diketahui, the Greenback akhir-akhir ini terus melonjak karena didukung oleh keseluruhan ekonomi Amerika Serikat yang positif. Hal tersebut mendukung spekulasi pasar terkait kemungkinan 2 kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2018 ini.

The Fed dijadwalkan merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru pada hari Rabu waktu setempat. Usai mengakhiri pertemuan dua hari pada 2 Mei, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, sesuai dengan prediksi pasar, sementara mengungkapkan keyakinannya bahwa inflasi telah mendekati target yang ditetapkan sebesar 2 persen. Para pelaku pasar dilaporkan mencari petunjuk lebih lanjut terkait rencana kenaikan suku bunga The Fed berikutnya pada risalah pertemuan kebijakan tersebut.

Menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim, gerak rupiah pada perdagangan kemarin sempat menguat lantaran Bank Indonesia (BI) dan pemerintah melalui Kementerian Keuangan berkomitmen untuk memperkuat perekonomian Indonesia. “Bahkan, Menteri Keuangan yakin, defisit APBN 2019 akan lebih baik dan dapat turun di bawah 2%,” ujar Ibrahim, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan bahwa gerak rupiah juga ditunjang oleh sentimen eksternal. Pasalnya indeks dolar AS sedang mengalami koreksi, sehingga menguntungkan bagi mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah. Pertemuan antara Amerika Serikat dengan China terkait isu perang dagang juga dikabarkan positif.

“Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat membuat rancangan baru agar ada win-win solution,” papar Ibrahim. Oleh sebab itu, ia memperkirakan jika rupiah hari ini kemungkinan akan kembali menguat. Senada, Josua juga memprediksi rupiah menguat lantaran dolar AS berada dalam posisi konsolidasi.

Loading...