Pasar Nantikan Hasil Pemilu Paruh Waktu AS, Rupiah Lanjutkan Reli di Awal Dagang

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 14.783 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (7/11). Sebelumnya, Selasa (6/11), mata uang Garuda berhasil melaju 173 poin atau 1,15 persen ke level Rp 14.804 per USD dan memimpin penguatan mata uang di .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik tipis. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS menguat tipis lantaran para investor masih tetap berhati-hati menjelang hasil dari pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.

Para pelaku masih terus mencermati apakah Demokrat akan kembali menguasai kendali Dewan Perwakilan AS dan Republik yang akan memegang mayoritas Senat. Para analis berpendapat, Kongres AS yang terpecah dapat melemahkan nilai dolar AS dalam jangka pendek.

Dolar AS belum lama ini berhasil menguat berkat pekerjaan yang kuat pada Jumat (2/11) lalu. Berdasarkan tersebut, ada kenaikan cukup signifikan dalam lapangan pekerjaan dan pendapatan rata-rata, serta tingkat pengangguran yang tidak mengalami perubahan.

Pasar tetap berkeyakinan bahwa data pekerjaan yang positif dapat mendorong bank sentral AS, Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya pada bulan Desember 2018 mendatang sekaligus bisa mendongkrak nilai tukar dolar AS di pasar .

“Yang menjadi sentimen pergerakan dollar AS adalah pemilihan parlemen. Ada spekulasi bahwa Partai Demokrat akan menguasai Kongres AS. Jika Demokrat memenangkan pemilu, jelas mempengaruhi kebijakan pemerintahan Donald Trump dan membebani dollar AS,” ujar Alwi Assegaf, analis Global Kapital Investama, seperti dilansir Kontan.

Namun sebaliknya, bila partai pendukung Trump, yakni Partai Republik menang dalam pemilu, maka dolar AS diprediksi akan kembali menguat. Walau USD melemah, rupanya dolar AS berhasil membalikkan arah dan menguat terhadap euro. Pasalnya pertumbuhan Eropa berada di bawah ekspektasi, sekitar 1,7 persen dan menahan gerak euro. Tetapi adanya perkembangan negosiasi Brexit yang mulai menemukan titik terang juga turut menyumbangkan sentimen positif untuk euro.

Loading...