Pasar Nantikan Hasil FOMC, Rupiah Dibuka Anjlok 25 Poin

Rupiah - waspada.co.idRupiah - waspada.co.id

Jakarta – Nilai tukar dibuka melemah sebesar 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp 14.439 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (1/8). Kemarin, Selasa (31/7), kurs Garuda berakhir terapresiasi tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.414 per USD.

Indeks yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau . Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, kurs dolar AS naik 0,15 persen menjadi 94,464 lantaran para investor menanti pernyataan terbaru yang dijadwalkan rilis pada pekan ini.

The Fed akan mengakhiri pertemuan moneter dua harinya pada Rabu (1/8) waktu setempat. Para pelaku memperkirakan jika bank sentral Amerika Serikat tersebut tak akan menaikkan acuannya saat ini, tetapi para investor lebih mencermati pernyataan kebijakannya untuk memperoleh informasi lebih banyak seputar laju kenaikan di waktu yang akan datang.

Di sisi lain, yen Jepang melemah sebesar 0,70 persen terhadap dolar AS pada Selasa (31/7) usai bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ) mengejutkan pasar lewat pengumuman bahwa pihaknya berencana mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Rupiah sendiri kemarin sempat menguat karena posisi dolar As sedang melemah. “Ini lantaran isu penutupan operasional atau shutdown pemerintahan AS oleh Presiden Donald Trump. Tapi rupiah tak bisa menguat karena pelaku pasar menanti hasil rapat FOMC yang akan dirilis Kamis (2/7),” kata Analis Global Kapital Investama Nizar Hilmi, seperti dilansir Kontan.

Senada, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih juga memprediksi bahwa (BI) masih akan melakukan intervensi terhadap rupiah, sehingga mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di pasar spot. “Data inflasi domestik Juli akan mempengaruhi gerak rupiah hari ini,” papar Lana.

Loading...