Pasar Nantikan Data Neraca Perdagangan, Rupiah Dibuka Melemah

Rupiah - publiksatu.comRupiah - publiksatu.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.096 per di awal pagi hari ini, Jumat (15/2). Kemarin, Kamis (14/2), mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 31 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 14.090 per USD.

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS terpantau turun sebesar 0,15 persen menjadi 96,9817 lantaran daya tarik dolar AS berkurang di tengah banyaknya Amerika Serikat yang negatif.

Seperti dilansir Xinhua melalui Antara, Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Kamis (14/2) melaporkan bahwa data penjualan ritel AS pada bulan Desember 2018 lalu turun 1,2 persen dari bulan sebelumnya, sekaligus mencatatkan penurunan terburuk dalam sembilan tahun.

Penurunan yang tidak terduga ini terjadi usai kenaikan sebesar 0,1 persen pada bulan November 2018 yang direvisi turun. Hal ini sekaligus menandakan momentum ekonomi yang lebih lemah. Padahal berdasarkan pendapat para ekonom yang disurvei oleh memperkirakan adanya kenaikan sebesar 0,1 persen untuk bulan Desember 2018.

Sementara itu, menurut Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra rupiah kembali terlempar ke zona merah lantaran posisi dolar AS yang tengah setelah laporan data inti atau core CPI AS pada periode Januari 2019 yang tercatat stabil di angka 0,2 persen.

Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia menambahkan, indeks dolar AS merangkak naik ke atas level 97 karena inflasi yang naik di atas ekspektasi tersebut. “Jadi timbul kekhawatiran investor bahwa Federal Reserve akan melanjutkan pengetatan moneter,” ujar Mikail, seperti dilansir Kontan.

Di samping itu, pasar juga tengah menantikan data ekonomi berupa neraca perdagangan yang akan dirilis pada hari Jumat (15/2) pagi ini. Data tersebut diperkirakan akan memberi pengaruh terhadap pergerakan kurs rupiah.

Mikail memperkirakan jika neraca perdagangan masih akan defisit sekitar USD 1 miliar. Oleh sebab itu menurutnya hari ini rupiah akan kembali melemah. Senada, Putu menuturkan bila ekspor domestik meningkat, maka rupiah akan berpeluang untuk menguat. Sebaliknya, jika menurun maka rupiah pun akan tetap melemah.

Loading...