Pasar Nantikan Data Inflasi AS, Rupiah Manfaatkan Momentum Menguat di Pembukaan

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta rupiah di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (14/2) dibuka naik 13 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp 13.638 per dolar . Kemarin, Selasa (13/2), Garuda ditutup terdepresiasi 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp 13.651 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau 0,56 persen menjadi 89,707 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB setelah pernyataan Federal Reserve yang mewaspadai risiko stabilitas di tengah kondisi saat ini. “Kami akan tetap waspada terhadap risiko pengembangan stabilitas ,” ujar Ketua The Fed, Jerome Powell, Rabu (14/2), seperti dilansir Xinhua.

Hal ini sekaligus menandai pidato pertama Powell sejak pertama kali dilantik sebagai kepala bank sentral sepekan yang lalu. Sejak itu pula pasar AS mulai mengalami gelojak dengan indeks utama yang menurun hingga lebih dari 10 persen. “Mempertahankan keuntungan penting dalam peraturan keuangan sambil berusaha memastikan bahwa kebijakan kami seefisien mungkin,” sambung Powell.

Powell pun menuturkan jika The Fed akan secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangan, menyusul pemulihan global yang kuat. Menurut para analis pernyataan Powell ini cukup menenangkan investor dan justru mengakibatkan dolar AS kurang menarik minat para pelaku pasar.

Rupiah sendiri berhasil memanfaatkan momentum ini untuk rebound setelah sebelumnya menandai pelemahan hingga sembilan hari berturut-turut. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan jika rupiah sebenarnya bergerak sideways. Kemudian rupiah tertekan lantaran investor asing masih keluar dari surat berharga negara (SBN). Berdasarkan data Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu mencatat, per 12 Februari 2018, kepemilikan asing di SBN menurun Rp 6,51 triliun dari Jumat (9/2) menjadi Rp 855,53 triliun.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto berpendapat bahwa para pelaku saat ini masih tengah menunggu data inflasi Amerika Serikat yang akan dilaporkan hari ini. “Tapi karena datanya baru malam, nilai tukar rupiah berpotensi sedikit menguat,” beber Andri, seperti dilansir Kontan.

Loading...