Pasar Nantikan Data Ekonomi Terbaru AS, Gerak Rupiah Cenderung Terbatas

Rupiah - Tribunnews.comRupiah - Tribunnews.com

Jakarta – Kurs dibuka menguat tipis sebesar 1,5 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 14.126 per dolar AS di awal pagi hari ini, Rabu (6/3). Kemarin, Selasa (5/3) Garuda berakhir terapresiasi sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.128 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,19 persen menjadi 96,8699 lantaran para pelaku masih berusaha untuk mencerna sejumlah Amerika Serikat yang lebih tinggi dari prediksi.

Berdasarkan yang dirilis oleh lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) pada Selasa (5/3), indeks non manufaktur yang mengukur kinerja sektor jasa-jasa Amerika Serikat mencapai 59,7 persen pada Februari 2019, naik 3 persentase poin dari bulan Januari 2019. Angka tersebut mewakili pertumbuhan berkelanjutan di sektor non manufaktur, melebihi perkiraan pasar di angka 57,5 persen.

Sementara itu, rupiah meskipun terlihat menguat, sebenarnya pergerakannya dinilai cenderung stagnan. Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, penguatan tersebut diakibatkan oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh para . “Dollar AS telah mengalami penguatan sejak pertengahan pekan lalu,” kata Reny, seperti dilansir Kontan.

Analis Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar pun menambahkan jika penguatan rupiah saat ini cenderung terbatas lantaran para investor masih menantikan hasil dari sejumlah data ekonomi terbaru, misalnya saja seperti data pengangguran dan non farm payroll Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Oleh sebab itu rupiah diprediksi masih berpotensi tertekan di pasar spot.

Saat ini pelaku pasar tengah mengkhawatirkan isu pelemahan ekonomi china. Pasalnya China menargetkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 6 persen hingga 6,5 persen saja pada tahun 2019. Oleh sebab itu, Deddy memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak pada kisaran angka Rp 14.070 hingga Rp 14.155 per dolar AS, sedangkan menurut Reny gerak rupiah berada di rentang Rp 14.088 hingga Rp 14.176 per USD.

Loading...