Pasar Mobil Asia Tenggara Turun 5% di Bulan Februari

Kabar kurang bagus datang dari dunia otomotif Tenggara. Menurut data terbaru, penjualan di enam pasar utama Asia Tenggara menurun hingga 5% di bulan Februari, dengan penjualan hanya mencapai total 228.836 unit. Penurunan tersebut sekaligus menjadi yang tertajam dalam tujuh bulan terakhir.

Di Indonesia, yang sekaligus menjadi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara, penjualan pada Februari surut 0,6% menjadi 88.250 unit. Meski di sisi lain, penurunan penjualan pada Februari merupakan yang terendah dalam 18 bulan terakhir, yang menandakan pasar akan bisa kembali bangkit.

Sementara di , yang merupakan pasar terbesar kelima, penjualan mobil di bulan kedua 5% menjadi 11.718 unit. Angka ini sekaligus menjadi antiklimaks setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan selama 35 bulan beruntun.

Revisi pajak yang ditetapkan pada Januari lalu menjadi salah satu penyebab melambatnya penjualan mobil di Vietnam. Akibatnya, kendaraan baru efektif naik lebih dari 5%. Meski pada bulan yang sama impor kendaraan yang dikirim dari sesama ASEAN berkurang dari 50% menjadi 40%, namun keuntungan ini menjadi hambar seiring revisi pajak.

Di Thailand, penjualan mobil anjlok 11% menjadi 57.093 unit dan menjadi penurunan selama dua bulan berturut-turut. “Pasar (mobil) di Thailand kemungkinan akan menyusut sekitar 10% pada tahun ,” kata CEO Mitsubishi Motors Thailand, Morikazu Chokki.

Nasib serupa juga dialami oleh negara tetangga, Malaysia. Di negeri jiran tersebut, penjualan mobil bahkan anjlok hingga 25% menjadi 37.876 unit pada Februari. Angka ini bahkan jauh lebih tajam dari penurunan yang terjadi pada April , ketika pajak barang dan jasa mulai diperkenalkan.

Loading...