Pasar Merespon Positif, Penguatan Rupiah Bisa Berlanjut

Laju rupiah pada perdagangan awal pekan (18/4) ini diramal masih akan melanjutkan tren penguatannya. Ini dengan catatan, pelaku pasar masih merespon positif sentimen di dalam negeri.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan dengan dibuka menguat 24 poin atau 0,18% ke level 13.154 per . Namun, Garuda berbalik 31 poin atau 0,23% ke Rp13.208 per pada pukul 08.19 WIB. Di sisi lain, indeks terpantau melemah tipis 0,03% ke level 94,67.

“Belum adanya sentimen negatif yang menghalangi penguatan membuat rupiah masih bisa bertahan di zona hijau melanjutkan tren positif sebelumnya,” papar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Ini dengan asumsi, pelaku pasar masih merespon positif di dalam negeri.”

Ditambahkan Reza, laju rupiah mampu berbalik positif seiring imbas rilis kenaikan Indonesia, meski secara total nilai perdagangan cenderung menurun. “Di samping itu, sentimen positif dari dalam negeri juga berasal dari wacana resuffle kabinet dan tax amnesty yang direspon positif pelaku pasar,” sambungnya.

“Menguatnya dunia hingga level 42 AS per barel dan naiknya harga batubara acuan sebesar 1,35% dari 51,6 AS menjadi 52,3 AS per ton turut menyumbang energi bagi rupiah,” lanjut Reza. “Hari ini, rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.173 per AS dan resisten Rp13.159 per AS.”

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan (15/4) lalu, rupiah mampu berbalik menguat tipis 2 poin atau 0,02% ke Rp13.178 per dolar AS di sesi penutupan spot. Penguatan rupiah ini salah satunya disokong rilis data yang menyatakan surplus neraca perdagangan bulan Maret melambat.

Loading...