Pasar Domestik Libur, Rupiah Takluk Lawan Dolar

Rupiah - waspada.co.idRupiah - waspada.co.id

JAKARTA – harus tertunduk lesu pada Rabu (28/10) sore ketika keuangan dalam negeri sedang mengawali libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan data Yahoo Finance pada pukul 14.30 WIB, Garuda melemah tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.627 per dolar AS. Sementara, menurut Bloomberg Index, menguat 0,347 poin atau 0,37% ke level 93,287 pada pukul 15.46 WIB.

Dari pasar global, euro juga jatuh terhadap dolar AS, menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Prancis kemungkinan akan memberlakukan kembali lockdown untuk mengekang kebangkitan virus corona. Mata uang tunggal Benua Eropa melemah 0,14% menjadi 1,1780 terhadap greenback pada di Asia, sekaligus penurunan dalam tiga sesi beruntun.

“Lonjakan tentu saja menjadi perhatian Prancis dan Eropa bagian selatan, sehingga kenaikan euro tergolong berat,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Sekuritas di Tokyo, Junichi Ishikawa, disalin dari Reuters. “Kami pribadi tidak mengharapkan dolar AS memperoleh banyak keuntungan terhadap mata uang lain, karena orang terlalu berlebihan tentang bagaimana pasar akan bereaksi setelah pemilihan presiden.”

Investor, bagaimanapun, mengatakan bahwa fokus yang lebih besar saat ini memang tertuju pada Amerika Serikat, yang juga berjuang untuk menahan virus corona saat warganya bersiap memberikan suara lebih awal sebelum pemilihan pada 3 November. Jajak pendapat domestik menunjukkan wakil Partai Demokrat, Joe Biden, mengungguli calon incumbent dari Partai Republik, Donald Trump, tetapi beberapa investor skeptis karena survei tidak memprediksi kemenangan Trump empat tahun lalu.

Pertarungan hukum antara Partai Republik dan Demokrat tentang cara menghitung suara telah meningkatkan risiko bahwa hasil pemilu akan diperdebatkan, yang merupakan faktor negatif bagi greenback, demikian menurut beberapa analis. Sentimen untuk dolar AS juga telah melemah setelah Trump mengatakan bahwa putaran tambahan stimulus fiskal tidak mungkin dilakukan sebelum pemilihan.

Sementara itu, yuan turun menjadi 6,7140 terhadap dolar AS, memperpanjang kemunduran dari level tertinggi 27 bulan pada pekan lalu, karena Bank Rakyat China mengambil langkah-langkah untuk mengekang apresiasi mata uang. Di belahan Bumi selatan, dolar Australia memangkas kerugian setelah data menunjukkan konsumen pada kuartal III 2020 naik 1,6% dari kuartal sebelumnya, membuat Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menurunkan suku bunga.

Loading...