Rabu Sore, Rupiah Menguat Saat Pasar Libur Pilkada

Rupiah - pojokpulsa.co.idRupiah - pojokpulsa.co.id

JAKARTA – keuangan dalam negeri libur pada Rabu (9/12) ini karena ada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Sejumlah parameter kurs rupiah, seperti Bloomberg Index dan Wall Street Journal, pun menyesuaikan kondisi tersebut. Namun, Yahoo Finance masih menampilkan pergerakan Garuda yang terpantau menguat 23 poin atau 0,16% ke level Rp14.137 per AS pada pukul 15.28 WIB.

Melansir CNBC Indonesia, jika pasar keuangan tidak libur, rupiah diprediksi bakal bergerak menguat. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah tampak pada pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula, sehingga tidak jarang kurs di NDF diikuti oleh pasar spot.

Penguatan rupiah tidak lepas dari optimisme mengenai , yang akhirnya membuat berani mengoleksi aset berisiko. Perusahaan farmasi dan produk , Johnson & Johnson dikabarkan akan segera memperoleh hasil uji coba tahap akhir vaksin COVID-19 yang sedang mereka kembangkan. Hasil uji coba tahap akhir menurut klaim perusahaan bisa keluar pada bulan depan.

Kabar lain soal vaksin yang juga menggembirakan datang dari Pfizer. Otoritas pengawas obat dan AS (US Food and Drug Administration/FDA) merilis dokumen bahwa tidak ada masalah dalam vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitra mereka dari Jerman, BioNTech. Dokumen FDA menyebutkan data yang mereka peroleh sesuai dengan ekspektasi.

Sementara itu, dari pasar global, dolar AS harus bergerak turun pada hari Rabu, ketika investor menantikan hasil pembicaraan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa serta debat Kongres AS tentang langkah-langkah stimulus COVID-19 terbaru. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,145 poin atau 0,16% ke level 90,820 pada pukul 12.27 WIB.

“Hal-hal sedikit terhenti pada saat ini, tetapi sebenarnya belum berubah,” ujar analis mata uang Westpac, Imre Speizer, dilansir dari Reuters. “Ketidakpastian seputar Brexit, seputar kemajuan fiskal paket pengeluaran melalui Kongres AS, dan sekitar hasil pertemuan ECB (Bank Sentral Eropa) membuat pedagang berhati-hati untuk sementara waktu.”

Loading...