Pasar Keuangan Menggeliat, Perubahan Bunga Tertinggi Ditawarkan Bank Berdasarkan Jangka Waktu Deposito

bunga, deposito, tertinggi, di, indonesia, pasar, keuangan, perbankan, dunia, kebijakan, bi, 7, days, repo, rate, mandiri, bri, bca, mayapada, 25, bps, suku, 2018, april, tenor, jangka, waktu, satu, tiga, enam, bulan, satu, tahunIlustrasi: perencanaan investasi keuangan yang mapan

Perubahan kondisi pasar keuangan dunia dapat berdampak kepada dunia perbankan misalnya bank. Perubahan yang terjadi pada bank seperti strategi bank dalam menghimpun . Perkembangan terbaru mendorong bank untuk mengubah suku berjangka.

Hal itu terbukti pada awal April 2018, sebagian bank akhirnya mengubah tawaran bunga deposito berjangkanya. Rata-rata tawaran bunga deposito berbagai bank berkisar 2,9 persen sampai 6,8 persen. Secara keseluruhan, kisaran bunga deposito cenderung naik.

Untuk jangka waktu satu bulan, rata-rata bunga terendah ditawarkan oleh Deutsche Bank AG yaitu 2,9 persen. Sedangkan rata-rata bunga deposito tertinggi ditawarkan oleh Bank Mayora yaitu 6 persen.

Bagi deposito berjangka tiga bulan, Bank ANZ memegang rata-rata bunga terendah yaitu 2,8 persen. Dan, rata-rata bunga tertinggi ditawarkan oleh Bank ICBC dan Bank CIMB Niaga.

Di samping deposito berjangka satu dan tiga bulan, ada pula deposito berjangka enam bulan. Rata-rata bunga terendah ditawarkan oleh Bank ANZ Indonesia yaitu 3 persen. Adapun rata-rata bunga deposito tertinggi disodorkan oleh Bank ICBC Indonesia sebesar 6,1 persen.

Sementara itu, untuk deposito jangka waktu satu tahun, Bank CIMB Niaga menawarkan rata-rata bunga tertinggi yaitu 6,8 persen. Dan, bunga terendah ditawarkan oleh Bank ANZ Indonesia sebesar 3,2 persen.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa rata-rata bunga deposito yang ditawarkan oleh bank bergrafik naik. Dari sekian banyak bank di Indonesia, BRI dan BCA termasuk bank yang menaikkan bunga deposito mereka.

Sejumlah bank di Indonesia menaikkan suku bunga deposito mereka setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 7-day reserve repo rate menjadi 4,75 persen. Menurut Direktur BRI, Suprajarto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menaikkan suku bunga deposito guna menyesuaikan kenaikan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR).

“Untuk bunga simpanan relatif menyesuaikan, tapi tergantung jenis simpanannya. Kalau untuk giro kelihatannya tidak,” kata Suprajarto. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa walaupun bunga deposito sudah disesuaikan untuk naik, hal tersebut belum akan berimbas pada kenaikan bunga kredit BRI.

Suprajarto menyebutkan bahwa pihaknya masih akan menahan suku bunga kredit guna tetap mendorong permintaan kredit. Selain BRI, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sudah menaikkan suku bunga deposito. Senada dengan Suprajarto, BCA menyebut kenaikan suku bunga depositonya tersebut dipicu oleh kenaikan suku bunga BI.

Pada Juni 2018, bunga deposito BRI tercatat sebesar 5,2 persen untuk tenor satu bulan, untuk tiga bulan tercatat 5,8 persen. Dan, untuk 6 bulan tercatat 5,6 persen. Sementara untuk satu tahun tercatat sebesar 5,3 persen.

Sementara untuk BCA, suku bunga deposito untuk tenor satu bulan sebesar 4,5 persen, serta 4,8 persen untuk tenor tiga bulan. Adapun untuk tenor enam bulan dan dua belas bulan masing-masing 5 persen.

BCA sendiri telah menaikkan suku bunga depositonya sebanyak dua kali, yaitu pada 4 Juni 2018 sebesar 25 bps. Dan, pada 1 April 2018 sebesar 25 bps yang sejalan dengan peningkatan Fed Fund Rate di Amerika Serikat.

“Deposito merupakan sumber dana dari semua bank. Kalau suku bunga terlambat naik, nasabah akan berpindah ke bank lain yang menaikkan bunga duluan, kalau sudah pindah susah untuk membuat mereka kembali,” ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Sementara itu, untuk suku bunga pinjaman atau kredit, Jahja mengatakan BCA belum akan melakukan penyesuaian dalam waktu dekat. Perseroan masih perlu waktu untuk menilai kebutuhan tersebut perlu atau tidak untuk dilakukan.

Di sisi lain, Jahja menilai kebijakan BI menaikkan BI 7-DRRR juga belum bisa dilihat dampak langsungnya terhadap komposisi dana pihak ketiga perbankan. Setidaknya perlu waktu 1 hingga 2 bulan untuk memastikan hal itu.

Perubahan suku bunga acuan dari BI dinilai sudah diprediksi oleh kalangan perbankan. Direktur Utama Bank Mayapada, Hariyono Tjaharijadi mengatakan bahwa langkah yang dilakukan BI lebih diutamakan untuk mendorong penguatan . Di samping itu, ia menilai perbankan telah memiliki kebijakan masing-masing terkait kenaikan bunga acuan tersebut. Paling tidak, Hariyono memproyeksikan suku bunga deposito akan naik sebesar 25 bps.

“Transmisinya mungkin akan terjadi kenaikan suku bunga deposito perbankan kurang lebih 25 bps, namun untuk pinjaman akan bervariasi sesuai dengan kebijakan masing-masing bank,” kata Hariyono.

Bank bersandi emiten MAYA ini memprediksi masih memiliki ruang untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan lagi di tahun ini. Salah satunya sebagai langkah untuk merespons kondisi ekonomi di global. “Semua kemungkinan terbuka, karena seperti yang akan dilakukan BI yaitu mengkalibrasi kondisi ekonomi,” imbuhnya.

Walaupun beberapa bank sudah mengubah suku bunganya menjadi cenderung naik, tidak demikian dengan Bank Mandiri. Salah satu bank milik pemerintah ini memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga deposito dahulu. Darmawan Junaidi, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri bilang, dengan melihat dana pihak ketiga (DPK) yang dominan ada di bank-bank besar. Maka, tidak terlihat kebutuhan untuk menaikkan kebutuhan bunga deposito.

“Bank Indonesia (BI) saat ini tercatat sangat menjaga ketersediaan rupiah di pasar,” kata Darmawan.

Bank Mandiri akan melihat efek kenaikan bunga acuan 7DRR rate ke bunga deposito setelah penerapan aturan giro wajib minimum (GWM) dan rasio intermediasi makroprudensial (RIM).

Sementara itu, Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK bilang secara umum jika suku bunga acuan BI 7DRR rate naik, maka akan diikuti dengan kenaikan suku bunga deposito baru kemudian efek ke bunga kredit.

“Ada kalanya bank sudah memperhitungkan bahwa bunga pasti akan naik, sehingga ada beberapa bank besar yang sudah menaikkan suku bunga deposito terlebih dulu,” kata Boedi.

Loading...