Pasar Hindari Aset Berisiko, Rupiah Melemah di Akhir Pekan

rupiah - bisnistoday.comrupiah - bisnistoday.com

Rupiah harus menutup perdagangan Jumat (23/3) ini di area negatif, justru ketika indeks tertekan kekhawatiran meningkatnya ketegangan perdagangan global, yang membuat menghindari aset risiko. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan akhir pekan dengan pelemahan sebesar 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.782 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.755 per dolar AS pada akhir dagang Kamis (22/3). Namun, pagi tadi, mata uang NKRI berbalik melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.763 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu lepas dari zona merah, mulai awal hingga tutup dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah, terutama terhadap yen Jepang, ketika kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan perdagangan global membuat investor menghindari aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,244 poin atau 0,27% ke level 89,613 pada pukul 11.04 WIB, dan melemah menuju posisi 104,79 terhadap yen Jepang.

Seperti diberitakan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis waktu setempat menandatangani memorandum presiden yang akan mengenakan terhadap China bernilai hingga 60 miliar dolar AS. Meski tindakan Trump ini tampak sebagai peringatan, bukan dimulainya perang dagang terhadap Beijing, namun bursa saham AS langsung merosot karena para investor cemas dengan potensi ketegangan di perdagangan global.

Yen Jepang, yang sering dipandang sebagai mata uang safe haven pada saat gejolak pasar dan ketidakpastian ekonomi, langsung bergerak menguat menyusul kabar terbaru ini. “Yen terus menerima manfaat dari penghindaran risiko global,” tutur kepala perdagangan di Asia-Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes.

Sementara, dari dalam negeri, Bank Indonesia dalam rapat kebijakan yang berakhir Kamis sore, memutuskan menahan suku bunga 7-day reverse repo rate sebesar 4,25%, selain juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50% dan Lending Facility sebesar 5,00%. Hasil rapat itu telah mempertimbangkan faktor eksternal, seperti keputusan yang menaikkan suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin dalam FOMC meeting tengah pekan kemarin.

Loading...