Pasar Fokus Pada Pertemuan ECB, Rupiah Menguat di Awal Dagang

Jakarta mengawali pada pagi hari ini, Kamis (8/12) dengan penguatan sebesar 0,12 persen atau 16 poin ke Rp 13.317 per dolar AS. Sebelumnya, Rabu (7/12) berakhir menguat 0,28 persen atau 37 poin ke posisi Rp 13.333 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang Rp 13.312 sampai Rp 13.363 per dolar AS.

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan jika rupiah masih berpotensi untuk melanjutkan pergerakan di zona hijau pada perdagangan hari ini, sejalan dengan adanya ruang penguatan bagi surat utang (). Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta menuturkan bahwa indeks dolar AS mengalami koreksi sampai dini hari tadi bersamaan dengan menurunnya imbal hasil US Treasury dan penguatan S&P 500.

Optimisme terkait kebijakan ekonomi Donald Trump hingga kini masih terjaga, selain itu juga sudah mengantisipasi dampak kenaikan Fed Funds Rate. “Secara keseluruhan, investor mulai rebalancing,” kata Ekonom Bank Central Asia David Sumual.

Fokus investor kini sedang teralihkan ke pertemuan pada malam hari nanti. Imbal hasil Bund Jerman yang menurun jika dapat mengindikasikan adanya harapan penambahan atau perpanjangan pembelian oleh ECB yang rencananya dilakukan sampai kuartal I 2017.

Rupiah masih terus menguat bersamaan dengan beberapa kurs di Asia. Meski cadangan devisa dari dalam negeri menurun karena kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI selama November 2016, pasar tampaknya tidak terlalu mempermasalahkannya.

“Fokus saat ini masih ke pertemuan ECB yang mana diperkirakan memberikan dampak positif ke rupiah juga stimulus ditambah atau diperpanjang. Ruang penguatan rupiah tersedia sejalan dengan ruang penguatan SUN yang masih ada,” tandas Rangga.

Loading...