Pasar Cermati Hasil Rapat The Fed, Rupiah Menguat di Awal Dagang

rupiah - news.analisadaily.comrupiah - news.analisadaily.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Rabu (31/1) dengan penguatan sebesar 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 13.423 per dolar . Kemarin, Selasa (30/1) nilai tukar rupiah ditutup terdepresiasi 0,51 persen atau 68 poin ke level Rp 13.434 per dolar usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.374 hingga Rp 13.442 per dolar .

Sementara itu, indeks yang mengukur gerak the terhadap sejumlah utama terpantau melemah 0,14 persen menjadi 89,799 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB karena telah memulai pertemuan kebijakan 2 harinya. Para investor kini tengah mencermati pertemuan kebijakan agar memperoleh petunjuk lebih jelas terkait laju kenaikan suku bunga bank sentral untuk tahun 2018 ini.

Akan tetapi, sebagian besar analis memprediksi jika The Fed kemungkinan tak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam pertemuan kali ini. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga hanya 5,2 persen.

Pada sektor ekonomi, S&P Dow Jones Index melaporkan pada Selasa bahwa Indeks NSA Harga Rumah Nasional S&P CoreLogic Case-Shiller mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 6,2 persen pada bulan November 2017, naik 6,1 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board mencapai angka 125,4 pada bulan Januari 2018, meningkat dari level 123,1 pada bulan Desember 2017, melebihi perkiraan pasar.

Menurut Ekonom Bank Central David Sumual, uang negara berkembang, termasuk rupiah sempat melemah terhadap dolar AS lantaran masih minimnya sentimen positif, terlebih karena Amerika Serikat banyak mendapat suntikan positif dari rilis data kenaikan pendapatan perseorangan AS.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan jika para pelaku pasar kini tengah mewaspadai hasil FOMC meeting. Sedangkan dari dalam negeri masih belum ada sentimen yang dapat mempertahankan gerak rupiah. “Pasar menunggu rilis domestik bruto dan tingkat inflasi Indonesia,” jelasnya, seperti dilansir Kontan.

Loading...