Pasar Bergejolak, Ekonomi Jepang Pilih Berhati-hati

suasana JepangShibuya Crossing, Tokyo

yang mencari imbal hasil tinggi saat ini ditengarai memompa uang ke junk bond AS, selain aset berisiko lainnya. Imbal hasil utang berkategori below-investment-grade yang dipublikasikan oleh Sprint, operator nirkabel SoftBank Group USA, telah jatuh dari sekitar 21% pada akhir Januari 2016 ke tingkat sekitar 12% saat ini.

Yield di tingkat dua digit pada obligasi dolar saat ini sulit dihasilkan – namun investor cukup tinggi.

Eksekutif Fed, Janet , memperingatkan Desember lalu tentang kenaikan risiko di pasar AS untuk high-yield debt. Namun banyaknya investor yang terus memarkir dana di tempat itu, menjadikan junk bond terlihat semakin panas.

Aliran dana keluar dari bank sentral negara-negara kaya dimungkinkan juga berperan menaikkan harga aset ke tingkat yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Sementara itu, ekuitas emerging market mulai naik. Indeks di , , dan mencapai tingkat year-to-day tertinggi Rabu, diikuti hari berikutnya oleh benchmark Vietnam.

Laporan data pekerja AS yang mengecewakan di bulan Mei telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Hal itu dianggap menguntungkan pasar emerging market. “Kekhawatiran tentang arus keluar modal dari pasar emerging market telah surut,” kata Takashi Miwa, kepala ekonom di Nomura Securities.

Uang panas juga mengalir ke real estate dan minyak mentah. Yang terakhir ini sudah terlihat gejala pengetatan supply-demand karena faktor-faktor seperti kerusuhan di Nigeria. Dalam bulan terakhir patokan West Texas Intermediate () berkutat di angka year-to-date di atas $ 50 per barel.

Jepang juga mengalami tingkat biaya pinjaman korporasi yang jatuh. Unit keuangan Honda Motor mengeluarkan kupon obligasi korporasi tiga tahun di tingkat 0,001%, menyikapi keuangan Motor, yang menjanjikan tingkat bunga terendah straight debt yang pernah ada di sektor swasta. Namun, lembaga investasi masih diharapkan merespon kedua penawaran itu sebagai alternatif yield yang lebih baik daripada obligasi pemerintah. Jika penghindaran risiko menjadi trend di Jepang, mungkin lebih cenderung ke pembelian safe-haven.

Selain dominasi isu aset-aset berisiko tinggi, isu yang mendominasi pasar global saat ini adalah Brexit, referendum keluarnya UK dari Uni .

Loading...