Pasar Asia Lesu, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - Jitunews.comRupiah - Jitunews.com

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki tenaga untuk mengatrol posisi ke area hijau pada Kamis (28/1) sore, ketika arus di pasar keuangan relatif seret, membuat Benua Kuning kompak terdepresiasi. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 27,5 poin atau 0,20% ke level Rp14.077,5 per AS.

Sementara itu, data yang diluncurkan Bank pukul 10.00 WIB tadi menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.119 per dolar AS, terdepresiasi 28 poin atau transaksi sebelumnya di level Rp14.091 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, hampir seluruh mata uang Asia tidak berdaya melawan , menyisakan ringgit Malaysia di zona hijau.

Menurut pemberitaan CNBC Indonesia, arus modal di pasar keuangan Asia memang tengah seret. Sepertinya pasar keuangan Benua Kuning tertular koreksi di Wall Street. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 2,05%, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite jatuh masing-masing 2,57% dan 2,61%.

Penurunan pasar saham tersebut akhirnya membuat dolar AS mampu memperpanjang kenaikan terhadap sebagian besar mata uang pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang penilaian yang berlebihan mendorong permintaan untuk aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 90,750 pada pukul 11.58 WIB.

“Pandemi semakin mengkhawatirkan, sedangkan vaksinasi berjalan lambat sehingga ekonomi AS bakal kehilangan momentum pada kuartal I 2021,” tandas chief strategist di Principal Global Investors yang berbasis di London,” ujar Seema Shah, seperti dikutip dari Reuter. “Lagi-lagi stimulus fiskal yang akan mengambil peran utama, sementara The Fed sepertinya tidak akan melakukan upaya baru dalam waktu dekat.”

Federal Reserve pada pertemuan yang baru saja berakhir memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter. Para pembuat kebijakan bank sentral AS tersebut juga menunjukkan beberapa kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi, yang menurut beberapa pedagang merupakan faktor negatif lainnya.

Loading...