Pasar Antisipasi Risalah The Fed, Rupiah Melemah 8 Poin di Awal Dagang

diprediksi bakal bergerak flat dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (11/10) ini. Pasalnya, pergerakan indeks dolar AS kembali bergairah setelah menunjukkan keyakinan bahwa Federal Reserve siap untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

Seperti diwartakan Index, rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan pelemahan tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp12.985 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.23 WIB, spot kembali 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp12.993 per dolar AS . Sementara itu, indeks dolar AS terpantau ditutup 0,297 poin atau 0,31% ke level 96,929 pada perdagangan Senin malam atau Selasa pagi WIB.

AS yang dirilis pekan lalu memang sempat membawa dampak negatif bagi laju dolar AS,” terang Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto. “Namun, untuk ke depan, pergerakan rupiah bakal terpengaruh rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan pengumuman .”

Pelaku pasar saat ini memang mengantisipasi risalah pertemuan The Fed pada September lalu yang dijadwalkan rilis pada 12 Oktober mendatang. Risalah ini dapat memberikan petunjuk tentang pandangan pembuat kebijakan terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi sebelum memutuskan pengetatan moneter.

Di samping itu, pidato Gubernur The Fed, Janet , pada 14 Oktober nanti di Boston juga dinanti untuk melihat pandangan Bank Sentral AS terhadap perekonomian. “Data terus mendukung The Fed pada Desember,” kata Kepala Analis Toronto-Dominion Bank, Ned Rumpeltin.

Pada perdagangan Senin (10/10) kemarin, mata uang Garuda mampu ditutup menguat 12 poin atau 0,09% ke posisi Rp12.977 per dolar AS. Rupiah berhasil bertahan di zona hijau meski sepanjang perdagangan cenderung bergerak sideways.

Loading...