Pasar Antisipasi Demo, Rupiah Anjlok 13 Poin di Awal Dagang

– Mata uang rupiah dibuka 0,10 persen atau 13 poin ke posisi Rp 13.088 per AS di awal perdagangan hari ini, (4/11). Sedangkan sebelumnya, rupiah juga kembali berakhir di spot sebesar Rp 13.075 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.042 hingga Rp 13.075 per dolar AS.

Research dan Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal menyatakan bahwa penurunan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Pasalnya, aksi demo besar-besaran yang akan diselenggarakan hari ini (4/11) telah menggerus kekuatan rupiah terhadap dolar AS. “Hari ini kemungkinan rupiah masih akan mengalami pelemahan terbatas karena adanya demo,” papar Faisyal.

Senada dengan hal itu, Riset dan Divisi Treasuri Bank Negara , Trian Fatria menuturkan jika rencana demo pada hari ini membuat para pelaku pasar khawatir. Alhasil hampir seluruh instrumen keuangan mengalami koreksi.

Trian memprediksi bahwa rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp 13.025 – Rp 13.125 per dolar AS, sedangkan Faisyal memperkirakan pergerakan rupiah berada di rentang Rp 13.000 – Rp 13.115 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS pada Jumat pagi WIB ini ditutup melemah 0,25% atau 0,241 poin ke 97,157. “ jelas menyatakan dirinya sebagai pendorong terbesar di pasar ,” kata Alan Ruskin, kepala riset Deutsche Bank AG. “Pelaku pasar menjual dolar atau mengambil eksposur panjang dolar kembali,” imbuhnya.

Para banyak yang melakukan aksi lindung nilai untuk mengantisipasi kemenangan tidak terduga Donald Trump dalam pilpres AS. Menurut jajak pendapat aggregator FiveThirtyEight, peluang kemenangan Hillary Clinton menurun ke angka 66%. Banyak yang beranggapan jika Trump menang, maka ia kemungkinan besar akan mengubah perjanjian perdagangan AS.

Loading...