Pasar Ambil Jeda, Rupiah Berakhir Stagnan

Meski sempat tertekan penguatan AS imbas sikap yang cenderung wait and see jelang pengumuman terbaru Paman Sam, namun berhasil mempertahankan posisinya seperti perdagangan kemarin. Menurut catatan Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda menutup Rabu (2/8) ini di posisi yang stagnan, yaitu Rp13.324 per dolar AS.

Rupiah sempat lemas pada awal dagang dengan dibuka turun 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.327 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.330 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.39 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah melemah 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.326 per dolar AS.

Dari pasar global, indeks dolar AS kembali meneruskan penguatan pada transaksi hari ini setelah berhasil rebound dari level terendah dalam 15 bulan di perdagangan sebelumnya. Usai dibuka dengan kenaikan tipis sebesar 0,036 poin atau 0,04% di posisi 93,079, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,080 poin atau 0,09% ke level 93,123 pada pukul 09.29 WIB.

Penguatan indeks dolar AS terjadi ketika para cenderung mengambil sikap wait and see jelang pengumuman data ekonomi terbaru pada pekan ini. Saat ini, pasar memang sedang menantikan pekerjaan ADP di Negeri Paman Sam yang dirilis akhir pekan mendatang, selain pernyataan Presiden Fed San Francisco, John Williams, dan Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester.

“Dolar telah melemah secara signifikan, sehingga mencapai titik ketika beberapa pelaku pasar mulai membeli kembali mata uang tersebut menjelang pengumuman laporan data pekerjaan AS pada hari Jumat (4/8) mendatang,” papar ahli strategi senior di Barclays, Shin Kadota. “Namun, hal ini hanya sebatas penyesuaian posisi menjelang laporan data pekerjaan AS dan tren bearish untuk dolar masih tetap ada.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.331 per dolar AS, melemah 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.318 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tertekan penguatan , dengan pelemahan terdalam dialami yen Jepang sebesar 0,37% dan won Korea Selatan sebesar 0,34%.

Loading...