Gegara Pandemi, Warga Los Angeles Bergantung Sumbangan Makanan

Aktivitas sukarelawan pengolah bahan makanan untuk warga Los Angeles (sumber: latimes.com)Aktivitas sukarelawan pengolah bahan makanan untuk warga Los Angeles (sumber: latimes.com)

LOS ANGELES – Walau merupakan negara adidaya, ternyata sangat kewalahan menghadapi pandemi corona. Karena negara tersebut tidak memiliki sistem yang solid, banyak warganya, termasuk di Los Angeles yang dikenal sebagai pusat film, yang akhirnya bergantung pada sumbangan makanan untuk menghindari kelaparan, sementara biaya untuk perumahan masih tetap tinggi.

Seperti dilansir dari Deutsche Welle, meskipun Kongres AS memilih untuk mendistribusikan cek stimulus senilai 1.200 per orang dewasa dan 500 per anak kepada sebagian besar warga AS dan penduduk tetap yang berpenghasilan kurang dari 75.000 per tahun, dana tersebut hanya didistribusikan kepada keluarga yang telah mengajukan pengembalian pajak untuk 2018 atau 2019. Pemerintah federal juga telah memberikan bantuan pengangguran tambahan, namun tidak semua warga mengerti bagaimana cara mengisi formulir pengajuan.

Menurut jajak pendapat yang dirilis beberapa hari lalu oleh National Public Radio (NPR), 56% tangga di Los Angeles, kota berpenduduk hanya di bawah 4 juta orang dan jantung dari wilayah metropolitan California berpenduduk lebih dari 13 juta, telah mengalami masalah keuangan yang serius selama pandemi. Michael Flood, presiden dan CEO Los Angeles Regional Food Bank, menuturkan bahwa jumlah orang yang lapar dan meminta bantuan telah meningkat pesat.

“Departemen Pertanian AS telah bertindak cepat untuk membeli makanan yang seharusnya membusuk dari petani ketika klien tetap mereka, seperti restoran dan sekolah, tiba-tiba tutup secara bersamaan. Kami membantu mendistribusikan kembali jenis makanan ini,” tutur Flood. “Situasi di Los Angeles saat ini lebih buruk daripada kapan pun sejak Depresi Hebat. Sayangnya, kami tidak memiliki sistem jaminan sosial seperti dimiliki Eropa.”

Stadion SoFi, dengan kubah raksasa yang dibangun dengan dana lebih dari 5 miliar dolar AS, menjadi saksi bagaimana pemerintah membagi-bagikan makanan kepada warga mereka yang terancam kelaparan. Kotak karton memenuhi tempat parkir stadion, dan ada antrean panjang mobil dengan bagasi terbuka, menunggu giliran untuk memuat makanan.

Antrian warga Los Angeles menunggu pembagian makanan (sumber: dailymail.co.uk)

Antrian warga Los Angeles menunggu pembagian makanan (sumber: dailymail.co.uk)

Maria Rojas, warga berusia tiga puluh delapan tahun, duduk di belakang kemudi mobil peraknya. Ini adalah pertama kalinya dia menggunakan sumbangan bank makanan, dan dia bilang dia merasa sedikit malu. “Kadang-kadang saya harus menangis di malam hari karena anak-anak saya pergi tidur dengan perut yang lapar,” katanya.

Ia sendiri pernah bekerja sebagai penata rambut, sedangkan suaminya adalah tukang reparasi. Mereka sebelumnya relatif stabil secara finansial dengan kelima anak mereka, yang juga mendapatkan makanan di sekolah. Kemudian, di bulan Maret kemarin, segalanya berubah. Los Angeles ditutup, turis menjauh, dan restoran menutup pintu mereka.

Semakin banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan. Mereka tidak mampu lagi untuk pergi ke penata rambut, sedangkan yang lain memilih untuk menangani sendiri perbaikan rumah tangga atau tidak sama sekali. Rojas dan keluarganya lantas harus menerima kenyataan bahwa mereka tiba-tiba mengering, dan penutupan sekolah berarti tidak ada makanan lain untuk disediakan bagi anak-anak mereka.

Setiap mobil yang berbaris di tempat parkir Stadion SoFi menerima empat kotak berisi keju, nasi, pasta, kacang-kacangan, makanan kaleng, dan daging beku, dengan total 80 pon (36 kilogram) makanan. Proses distribusi telah diatur dengan presisi gaya militer. Para pekerja memastikan mobil terus bergerak maju dengan cepat dan bagasi dibuka. Relawan memasukkan kotak-kotak itu ke dalam kendaraan secara bergiliran. Semuanya terjadi tanpa kontak pribadi langsung yang berpotensi berbahaya, karena risiko penularan harus ditekan serendah mungkin.

Butuh tiga jam untuk mendistribusikan 9.000 kotak. Menurut Los Angeles Regional Food Bank, itu cukup untuk memberi makan 2.300 keluarga selama dua minggu. Sebelum pandemi, Los Angeles Regional Food Bank, dengan dukungan organisasi lain, menyediakan makanan untuk sekitar 300.000 orang setiap bulan, dan kini jumlahnya melonjak menjadi 900.000. “Kami tidak berpikir bahwa ini akan menjadi lebih baik dengan sangat cepat. Siapa tahu, mungkin malah akan menjadi jauh lebih buruk,” pungkas Flood.

Loading...