‘Pamer’ Energi Terbarukan, 42 Mobil Surya Ikuti World Solar Challenge 2017

42 Mobil Surya Ikuti World Solar Challenge 2017

SIDNEY – Sekitar 42 bertenaga surya berpartisipasi dalam World Solar Challenge 2017 yang digelar mulai Minggu (8/10) kemarin di Australia dengan menempuh jarak sekitar 3.000 km dari Darwin menuju wilayah selatan, Adelaide. Lomba epik, yang telah diselenggarakan sejak tahun 1987, ini bertujuan untuk ‘memamerkan’ terbarukan, khususnya surya, yang bisa digunakan untuk tujuan komersial.

“Ini merupakan ulang tahun ke-30 Bridgestone World Solar Challenge dan banyak peserta yang ingin ambil bagian di acara ini,” ujar direktur balap, Chris Selwood, seperti dikutip dari DW. “Tahun ini, ada aturan baru terkait ukuran panel surya yang digunakan. Tetapi, panitia tetap memberikan kebebasan kepada peserta dalam menentukan dimensi keseluruhan .”

Selwood menambahkan bahwa untuk gelaran tahun ini, setidaknya ada 40 negara yang berpartisipasi dengan total kendaraan mencapai 42 unit. Negara-negara yang turut andil di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Cile, Belanda, Inggris, Malaysia, Belgia, Swedia, Iran, Korea Selatan, India, Hong Kong, Afrika Selatan, Polandia, Thailand, Turki, Kanada , Taiwan, dan Australia.

“Tentu saja, inti dari tantangan ini bukan hanya untuk menjadi yang tercepat, atau untuk mengembangkan teknologi yang tidak akan pernah sampai ke arus utama,” sambung Selwood. “Pendiri kami, Hand Tholstrup, dan peserta masa lalu serta sekarang, semuanya bertekad untuk menghasilkan energi berkelanjutan, energi yang positif, tenaga surya, dan energi terbarukan menjadi kenyataan.”

World Solar Challenge 2017 dimulai pada Minggu kemarin dari Darwin di sebelah utara dan akan memakan waktu hingga seminggu untuk mencapai kota selatan, Adelaide, dengan jarak 30.000 km dan kecepatan rata-rata 90 sampai 100 km per jam. Rute perlombaan ini sendiri akan melewati beberapa daerah paling kering di muka bumi.

Tim dari Belanda, Nuon, bertujuan untuk mempertahankan gelar yang mereka raih di tahun 2015 lalu. Namun, secara mengejutkan, tim dari Belgia mampu mencuri start pertama setelah berhasil membukukan catatan waktu terbaik saat uji coba Sabtu (7/10) lalu, yaitu 2 menit 3 detik, untuk jarak 2,97 km dengan kecepatan rata-rata 83,4 km per jam.

“Semua mobil yang digunakan (tahun ini) sangat berbeda. Tetapi, yang kami tahu adalah kami punya mobil yang bagus,” ujar tur manager tim Nuon, Sarah Benninkbolt. “Dalam uji coba beberapa hari terakhir ini semuanya berjalan sempurna dan kami akan lakukan apa pun agar bisa menang.”

Pendiri Google, Larry Page, dan pendiri Tesla, JB Straubel, adalah kompetitor di masa lalu yang mengakui bahwa acara tersebut telah memengaruhi karier mereka. Tim yang berpartisipasi saat ini diizinkan untuk menyimpan sejumlah kecil energi namun sebagian besar tenaga harus dihasilkan dari matahari. Pembalap diperbolehkan berkendara antara pukul 8.00 pagi hingga 5.00 pagi setiap hari.

Loading...