Disebut Mirip Keju Swiss, Palestina Tolak Proposal Perdamaian Trump

Mahmoud Abbas, Presiden Palestina - www.timesofisrael.comMahmoud Abbas, Presiden Palestina - www.timesofisrael.com

NEW YORK – Palestina, Mahmoud Abbas, muncul di hadapan Dewan PBB pada hari Selasa (11/2), menolak proposal perdamaian kontroversial Timur Tengah dari AS, , menyebutnya sebagai kepada dan tidak dapat diterima oleh rakyat Palestina. Abbas mengibaratkan usul itu sebagai ‘keju Swiss’, bukanlah kemitraan , melainkan hanya akan membatasi kedaulatan Palestina tanpa membawa perdamaian abadi.

“Ini adalah yang akan mereka berikan kepada kita. Ini seperti keju Swiss, sungguh. Siapa di antara Anda yang akan menerima kondisi serupa,” seru Abbas, dilansir TRT World. “Saya ingin mengatakan kepada Donald Trump bahwa rencananya tidak dapat mencapai perdamaian dan keamanan karena membatalkan legitimasi internasional. Itu membatalkan semua hak Palestina dan ini tidak memenuhi aspirasi solusi dua .”

Meskipun demikian, Abbas mengatakan bahwa perdamaian dengan Israel tetap ‘dapat dicapai’ dan pihaknya akan datang untuk membangun kemitraan yang adil. Abbas meminta Trump untuk menghentikan rencana itu dan mengusahakan kembalinya perundingan berdasarkan resolusi PBB yang ada berdasarkan garis batas pra-1967. Dia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan konferensi internasional guna mengimplementasikan penyelesaian.

Sementara Palestina telah menolak rencana itu, sejumlah Arab mengatakan itu merupakan titik awal untuk pembaruan perundingan yang telah lama mandek. Di sisi lain, utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, menuduh Abbas tidak realistis. “Presiden Abbas menolak bersikap pragmatis. Dia menolak untuk bernegosiasi. Dia tidak tertarik untuk menemukan solusi realistis untuk konflik,” kata Danon kepada Dewan Keamanan.

Rencana Trump bertujuan mengakui otoritas Israel atas permukiman Tepi Barat yang diduduki dan akan meminta Palestina untuk memenuhi serangkaian untuk diizinkan memiliki negara, dengan ibukotanya di desa Tepi Barat di sebelah timur Yerusalem. Dirilis pada 28 Januari, rencana itu segera mengundang kecaman Palestina karena merasa dipaksa setuju untuk membiarkan Israel mempertahankan kendali atas permukiman Tepi Barat yang lama diperebutkan.

Ribuan Palestina telah berdemonstrasi menentang rencana AS, beberapa jam sebelum Abbas berpidato di PBB. Diperkirakan, sekitar 5.000 hingga 7.000 Palestina berkumpul di pusat Kota Ramallah, rumah pemerintah Palestina. Beberapa ratus demonstran kemudian melakukan aksi di dekat pos pemeriksaan militer Israel di pinggiran kota, memicu bentrokan antara pemuda dan tentara Israel. Dua belas Palestina terluka, termasuk karena dua tembakan peluru karet, kata Palestinian Red Crescent.

Loading...