Pajak Kendaraan Mewah Diwacanakan Jadi Cukai, Berikut Tarif Resmi PPnBM

Pada 9 Juli 2015 lalu, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/PMK.010/2015 telah menetapkan beberapa barang yang tergolong untuk tidak dikenai , termasuk alat elektronik, alat musik, alat olahraga, serta peralatan rumah dan kantor. Pada Februari 2017 ini, Penjualan atas Barang Mewah () untuk roda empat juga sedang diwacanakan untuk pemindahan status menjadi otomotif.

“Kami sedang mengkaji, di mana dari sisi legal ada dasarnya (terkait perubahan pajak), dan memungkinkan mengubah PPnBM ke arah cukai, atau pajak lingkungan, dan seterusnya,” jelas Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal, Sarno. “Kami kaji dulu ke arah sana, baru kemudian setelah legal basis-nya ketemu, baru bisa kami pikirkan simulasi dan implementasinya.”

Perubahan ini sebagai satu langkah menuju kebijakan low carbon emission program (LCEP), yang juga merumuskan peta jalan industri kendaraan, dikaitkan dengan Kebijakan Energi Nasional dan target penurunan gas rumah kaca (CO2). “Kalau di -negara ASEAN lainnya, otomotif sudah dikenai cukai,” sambung Sarno.

Seperti dikutip dari resmi Pajak, ada empat Barang Kena Pajak yang tergolong mewah, yaitu barang tersebut bukan merupakan kebutuhan pokok, barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, pada umumnya barang tersebut dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi, dan barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status, atau apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat, serta mengganggu ketertiban masyarakat. Berikut tarif resmi PPnBM.

GolonganTarif
hunian mewah, rumah dan town house dengan luas bangunan 350 m2 atau lebih, apartemen, kondominium, town house jenis strata title dengan luas bangunan 150m2 atau lebih20 persen
Balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara, peluru senjata api dan senjata api lainnya (kecuali untuk keperluan negara), peluru dan bagiannya (tidak termasuk peluru senapan angin)40 persen
Pesawat udara selain yang tercantum dalam Lampiran II, kecuali untuk keperluan negara atau udara niaga seperti helikopter, pesawat udara, dan kendaraan udara lainnya; kelompok senjata api (senjata artileri, revolver, pistol), kecuali untuk keperluan negara50 persen
Kapal pesiar mewah kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum, kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air yang dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri (kecuali untuk kepentingan negara atau angkutan umum)75 persen
Loading...