Pacu Daya Saing, Tarif Listrik Untuk Bisnis dan Industri Tidak Naik

JAKARTA – Selain membuat kebijakan untuk dasar subsidi berkapasitas 900 VA per Januari 2017 lalu, PT Perusahaan Negara () juga membuat kebijakan untuk tarif dasar listrik non-subsidi, termasuk untuk . Bedanya, jika tarif dasar listrik 900 VA dinaikkan, maka tarif dasar listrik justru diturunkan.

Menurut PLN, keputusan menurunkan sebanyak 12 golongan tarif tenaga listrik selain karena penurunan ICP (Indonesian Crude Price), juga adanya penurunan biaya pokok produksi (BPP), meski di lain sisi nilai tukar terhadap AS melemah. “Dengan mekanisme tariff adjustment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan perubahan ketiga indikator tersebut,” jelas Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka.

Akibat perubahan nilai ketiga indikator ini, tarif listrik pada Januari di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp1.467,28 per kWh, tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp1.114,74 per kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan menjadi Rp1.644,52 per kWh. “Penyesuaian tarif ini termasuk stabil, dengan penurunan rata-rata Rp6,” sambung Made.

Terbaru, per Maret 2017, juga telah memutuskan untuk tidak menaikkan 12 tarif golongan listrik hingga Juni 2017 mendatang. Keputusan ini ditetapkan salah satunya sebagai upaya untuk membuat tarif listrik di Indonesia tetap rendah agar para pelanggan, khususnya golongan industri dan bisnis, bisa bersaing dengan negara lain, dari sisi dalam memproduksi .

“Setelah duduk bersama dengan PLN dan Menteri ESDM, tarif listrik mulai April hingga Juni tidak berubah,” papar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman. “Efisiensi PLN mampu menutupi perubahan parameter formula pembentukan tarif listrik 12 golongan pelanggan yang subsidi listriknya telah dicabut. Jadi, PLN tidak perlu melakukan penyesuaian harga.”

Berikut rincian lengkap tarif dasar listrik untuk bisnis dan industri di Indonesia.

GolonganKapasitasTarif Listrik per kWh (Rp)
Bisnis Menengah6.660 VA – 200 kVA1.467,28
Bisnis Rendah200 kVA ke atasBlok WBP : 1.035,78
Blok LWBP : 1.035,78
kVArh : 1.114.74
Industri Menengah200 kVA ke atasBlok WBP : 1.035,78
Blok LWBP : 1.035,78
kVArh : 1.114.74
Industri Besar30.000 kVA ke atasBlok WBP dan LWBP : 996,74
kVArh : 996,74
Loading...