Pabrik Jepang JFE Steel Desak Indonesia untuk Hapus Pajak Baja Impor

Menteri Perindustrian Airlangga HartartoMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik baru PT. JFE Steel Galvanizing Indonesia

– Pabrik JFE Steel di Indonesia tidak hanya akan menyediakan pasokan sumber daya yang stabil untuk para produsen mobil Jepang di Indonesia, tapi juga melakukan tawar-menawar untuk produsen Jepang yang akan melobi Indonesia agar menghapuskan bea anti-dumping pada baja impor.

“Kami akan membuat lembaran baja yang sama atau kualitasnya lebih baik,” ujar Presiden JFE Steel, Koji Kakigi dalam acara pembukaan pabrik, Kamis (15/9). Pabrik tersebut dekat dengan banyak pabrik di pinggiran Jakarta, yakni Kabupaten Bekasi.

Indonesia merupakan negara Asia ketiga di luar Jepang yang menjadi tempat JFE Holdings memproduksi baja untuk kebutuhan otomotif, setelah China dan . Perusahaan JFE sudah mengeluarkan 30 miliar yen ($ 293 juta) untuk memasang mesin-mesin di lokasi, termasuk untuk menghaluskan baja. Fasilitas tersebut memiliki tahunan sebanyak 400.000 ton.

Perusahaan otomotif besar membeli 85% bahan untuk produksi lokal di Indonesia. Namun saat ditelusuri lebih lanjut jumlahnya mendekati 60%. Jika baja dibeli secara lokal, persentase akan naik hingga 10%.

Sejumlah pabrikan mobil dan baja Jepang sudah mendesak Indonesia untuk menghapus pungutan yang diberlakukan pada lembaran baja dari Jepang sejak tahun 2013. tersebut dipicu karena pasokan baja berlebih di China. baja China tahun lalu mencapai 100 juta ton, setara dengan output baja mentah tahunan Jepang. Oleh sebab itu pemerintah menerapkan bea anti-dumping pada baja dari lima negara termasuk Korea Selatan dan .

Produk baja dari Jepang dikenai sekitar 18,6% atau lebih. Pabrik baru nantinya akan tetap memakai gulungan cold-rolled dari Jepang. Namun pemerintah masih mempertimbangkan apakah mereka akan tetap menarik pungutan atau tidak.

Wakil Presiden JFE Steel, Toshinori Kobayashi mengatakan kepada Nikkei pada Kamis (15/9) lalu bahwa pemerintah sedang dalam tahap akhir pengambilan keputusan yang mengisyaratkan bahwa bea anti-dumping akan segera dihilangkan.

Karena Indonesia memiliki populasi yang cukup besar, yakni 250 juta penduduk maka masih berkesempatan luas untuk tumbuh walaupun produksi mobil di Indonesia tahun 2015 mengalami penurunan. Hal inilah yang dimanfaatkan perusahaan Jepang untuk meningkatkan penjualan produk-produk otomotif merek Jepang.

Loading...