Perluas Pasar Indonesia, OYO Investasi USD 100 Juta

OYO Hotel and Homes - www.justdial.comOYO Hotel and Homes - www.justdial.com

JAKARTA – Jaringan hotel budget asal , OYO Hotel and Homes, dikabarkan berencana untuk menginvestasikan sekitar 100 juta AS di , atau setengah dari jumlah total yang mereka alokasikan untuk . Hal ini dilakukan untuk memperkuat kehadiran OYO di Tanah Air karena Indonesia diklaim menjadi kunci pertumbuhan tersebut di dan pasar global.

Seperti dilansir dari Nikkei, dalam waktu kurang dari satu tahun beroperasi di Indonesia, OYO sudah bermitra dengan lebih dari 1.000 hotel untuk menawarkan 27 ribu kamar di 100 kota, melebihi target awal untuk mencapai angka tersebut pada akhir tahun 2019. Lebih dari 1.200 pengelola hotel juga telah bergabung dengan jaringan OYO. “Indonesia adalah kunci pertumbuhan OYO di Tenggara dan global,” kata pendiri dan CEO OYO, Ritesh Agarwal, dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Rabu (4/9) kemarin, OYO meluncurkan Partner Engagement Network, sebuah inisiatif untuk membantu para mitra di Indonesia agar mencapai tujuan bisnis mereka. Program ini terdiri dari empat komitmen inti, yang meliputi protokol pembayaran transparan, akses ke opsi pembiayaan untuk mitra melalui bank dan keuangan lainnya, dukungan pemasaran, serta dukungan teknologi dan inovasi.

Dengan populasi yang masih muda dan pertumbuhan ekonominya, Asia Tenggara adalah pasar yang sangat menjanjikan untuk perjalanan dan akomodasi berbiaya rendah. Dan, rencana OYO di wilayah ini adalah ancaman serius bagi nama-nama seperti ZEN Rooms dan RedDoorz. Pasalnya, OYO memiliki modal yang kuat, setelah mengumpulkan 1,7 miliar dolar AS dari SoftBank Group, Sequoia Capital, Lightspeed Venture Partners, Airbnb, Grab, dan Didi Chuxing, menurut Crunchbase. Sebaliknya, ZEN Rooms hanya mengumpulkan total 23 juta dolar AS dan RedDoorz 69,4 juta dolar AS.

Malaysia menjadi lokasi ekspansi perdana OYO di Asia Tenggara pada Januari 2016. Pada Juli tahun ini, rantai hotel kemudian diluncurkan di Vietnam, dengan perusahaan berencana untuk berinvestasi 50 juta dolar AS. OYO mengklaim telah memiliki lebih dari 90 mitra hotel di enam kota besar di Vietnam, dan bertujuan untuk menjadi jaringan hotel terbesar di sana pada akhir tahun 2020 dengan kehadiran di 10 kota yang menawarkan 20.000 kamar.

Loading...