Otot Kembali Pulih, Rupiah Dibuka Menguat 25 Poin

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

Tenaga rupiah tampaknya mulai kembali pada awal perdagangan Selasa (22/5) ini. Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali dengan menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.165 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 34 poin atau 0,24% di posisi Rp14.190 per AS pada tutup dagang Senin (21/5) kemarin.

Sementara, dari pasar , indeks dolar AS mulai bergerak melemah pada Selasa pagi WIB, ketika pasar merespon kesepakatan perdagangan antara AS dengan China, dan kedua pihak akan menunda ‘perang dagang’ dengan saling membalas pengenaan . Mata uang greenback terpantau melemah 0,11 poin atau 0,13% ke level 93,539 pada pukul 06.53 WIB.

Seperti dikutip dari , indeks dolar AS telah menguat berkelanjutan pada rentang 14 Mei hingga 21 Mei 2018, didukung kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS yang menuju level puncak, yaitu melewati angka 3%. Kenaikan yield tersebut dibarengi dengan prediksi pasar bahwa akan ada kenaikan acuan oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan Juni mendatang.

“Rupiah masih memiliki peluang untuk bergerak menguat ketika indeks dolar AS mengalami momen koreksi,” tutur analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, dilansir Kontan. “Hanya saja, Bank masih perlu untuk terus mengambil langkah intervensi guna menjaga kestabilan nilai tukar rupiah meskipun suku bunga acuan sudah dinaikkan.”

Hampir senada, ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, menilai bahwa langkah Bank Indonesia harus terus dipertahankan sebagai kebijakan makro-prudensial Bank Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Apalagi, di tengah penguatan greenback yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

“Namun, untuk perdagangan Selasa ini, nilai tukar rupiah masih rentan mengalami koreksi akibat peluang yield obligasi AS untuk kembali naik seiring agenda lelang yield tenor tiga bulan dan enam bulan,” tutur Mikail. “Yield obligasi AS di pasar sekunder bisa naik kalau dari hasil bidding, tenor 3 bulan berada di atas 1,9% dan tenor 6 bulan berada di atas 2,3%.”

Loading...