Otot Belum Pulih, Rupiah Dibuka Melemah Tipis

Rupiah - vibizmedia.comRupiah - vibizmedia.com

JAKARTA – Tenaga belum pulih sepenuhnya ketika membuka Selasa (9/7) pagi. Menurut paparan Index, Garuda mengawali dengan melemah tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.109 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 25 poin atau 0,18% di posisi Rp14.108 per AS pada Senin (8/7) kemarin.

Dilansir Kontan, Amerika Serikat (AS) yang positif membuat rupiah loyo. Faktor yang paling memengaruhi adalah non-farm employment change bulan Juni yang positif. Hal tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan acuan The turun. “Dengan potensi tersebut, pelaku pasar lebih memilih dolar AS,” ujar ekonom pasar uang Mandiri Sekuritas, Reny Eka Putri.

Hampir senada, ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan, data ketenagakerjaan non-pertanian AS yang meningkat membuat ekspektasi turunnya suku bunga The Fed mengecil. Kenaikan ini membuat ekspektasi pasar ketenagakerjaan AS masih kuat dan masih tumbuh solid, yang bisa membuat The Fed tidak menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, yaitu dua kali hingga akhir tahun 2019.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2019 diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan pada kuartal I/2019, yaitu di kisaran 5,07% hingga 5,1%. Karena itu, dalam transaksi hari ini, rupiah masih akan melemah disebabkan data eksternal dan data internal berupa PDB kuartal II yang lambat.

Di sisi lain, analis PT Monex Investindo Futures, Andian, menambahkan bahwa pelemahan rupiah masih dipicu oleh dolar AS kendati penguatan greenback saat ini sudah tidak terlalu signifikan seperti perdagangan sebelumnya ketika data NFP AS periode Juni dirilis positif. Ia pun memprediksi spot hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.250 per dolar AS.

Loading...