Optimisme Kenaikan Suku Bunga BI, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Rupiah mampu menutup perdagangan Kamis (17/5) ini di area positif, seiring dengan optimisme bahwa Bank Indonesia bakal menaikkan tingkat acuan. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menyelesaikan transaksi dengan penguatan sebesar 39 poin atau 0,28% ke level Rp14.058 per AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir melemah 60 poin atau 0,43% di posisi Rp14.097 per dolar AS pada Rabu (16/5) kemarin. Kemudian, mata uang NKRI mampu berbalik menguat 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.078 per dolar AS ketika membuka pasar pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif bergerak cukup nyaman di area hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Saat ini, pasar domestik tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang bakal diumumkan Kamis sore. Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa bank sentral bakal menaikkan suku bunga acuan atau 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,50% guna menangkal gejolak rupiah yang cenderung melemah dalam beberapa waktu terakhir.

“Bank Indonesia kemungkinan besar akan mengakhiri tren menahan suku bunga acuan mereka,” ujar pengamat dari Asian Development Bank Institute, Eric Sugandi. “Kenaikan suku bunga dapat memberikan sinyal kepada pelaku pasar bahwa Bank Indonesia bisa menggunakan berbagai cara untuk menstabilkan rupiah dan menghentikan keluarnya modal asing.”

Sementara, dari pasar , indeks dolar AS masih berdiri tegak terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Kamis, setelah euro terpeleset ke level terendah dalam lima bulan, tertekan kekhawatiran perkembangan politik di Italia. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,19% ke level 93,392 pada Kamis pagi, namun kemudian berbalik turun 0,204 poin atau 0,22% ke 93,188 pada pukul 11.16 WIB.

“Euro terlihat di jalur untuk pelemahan lebih lanjut karena pelaku pasar tampaknya masih memiliki posisi lebih panjang untuk melikuidasi mata uang ini,” kata , ahli mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki, seperti dilansir Reuters. “Selain itu, situasi politik di Italia adalah kekhawatiran lain untuk mata uang.”

Loading...