Optimisme Data Ekonomi AS Dongkrak Dolar, Rupiah Menyerah di Penutupan

Sempat memberikan perlawanan sepanjang , namun optimisme nonfarm payroll AS membuat dolar AS melenggang sekaligus memukul jatuh mata uang Garuda di detik akhir. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, rupiah harus menutup perdagangan dengan pelemahan tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.268 per dolar AS.

Di awal dagang, rupiah sebenarnya mampu dibuka menguat 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.249 per dolar AS. Lalu, mata uang Garuda lanjut naik 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.254 per dolar AS saat jeda siang. Namun, jelang tutup dagang, tenaga rupiah mengendur sehingga harus di zona merah.

Indeks dolar AS memang terpantau kembali menguat 0,208 poin ke 95,788 pada Selasa siang di tengah penantian para investor akan petunjuk untuk periode kenaikan tingkat suku bunga AS dari rilis nonfarm payroll jelang akhir pekan ini. Menurut survei , data kepegawaian diperkirakan naik 180.000 pada , di bawah kenaikan tak terduga sebanyak 255.000 pada Juli dan 292.000 pada Juni.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, telah mengatakan bahwa rupiah memang masih berada dalam tekanan meski dalam derajat yang lebih tipis. “Namun, rupiah bisa berbalik menguat jika data AS gagal mengonfirmasi pernyataan Gubernur The Fed, Janet ,” katanya.

Yellen dalam pidatonya akhir pekan lalu memang mengisyaratkan kenaikan suku bunga AS bisa terjadi sebelum akhir tahun ini. Namun, kenaikan suku bunga tersebut juga menanti rilis data ekonomi AS terbaru, terutama angka peningkatan lapangan kerja. Data ekonomi tersebut dapat memperkuat hawkish yang disampaikan Yellen dan pejabat The Fed lainnya.

Loading...