Optimalkan Produksi Hulu ke Hilir, Pertamina Integrasikan Rantai Bisnis Gasnya

Jakarta – Untuk menjamin optimasi produksi dan monetisasi aset, PT Pertamina (Persero) telah mengintegrasikan rangkaian di sektor gas dari hulu hingga ke hilir.

Dikatakan oleh Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, hal ini dilakukan dengan tujuan menghubungkan sejumlah gas hasil produksi dengan minyak. Oleh karena itu, akses infrastruktur midstream (tengah) hingga ke hilir sangat penting adanya.

“Pertamina telah melakukan signifikan untuk membangun pipa transmisi guna menjamin monetisasi cadangan hulu dan optimasi produksi gas ,” tutur Wianda dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin (23/1).

Wianda berujar, upstream (bisnis hulu) Pertamina di sejumlah ladang gas telah memproduksi sekitar 1.700 juta kaki kubik perhari (MMSCFD) yang di tahun 2018 mendatang diperkirakan akan menjadi operator dan pemegang hak partisipasi utama di blok gas terbesar Indonesia, yakni Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

“Kami juga menjalankan bisnis gas alam cair (LNG), baik untuk domestik maupun ,” imbuhnya.

Pertamina sendiri telah memiliki beberapa unit usaha di sektor gas yang telah terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Di level upstream, Pertamina telah mengoperasikan PT DSLNG yang mendapat pasokan gas alam dari area Matindok, Tomori Sulawesi, dan beberapa lainnya.

Sedangkan untuk midstream, Pertamina telah mengoperasikan PT Nusantara Regas dengan menguasai 60% sahamnya. Di level downstream, Pertamina berperan mendistribusikan gas ke berbagai sektor, mulai dari , pupuk, hingga , serta domestik.

Loading...