Terjangkau, Ongkir JNE Bandung ke Bandung Mulai Rp8.000 per Kg

Personel JNE memproses paket kiriman (sumber: beritagar.id)Personel JNE memproses paket kiriman (sumber: beritagar.id)

Bisnis atau dari tahun ke tahun semakin besar, terlebih karena sudah ada pemain yang sudah lama berkecimpung di dunia ekspedisi seperti . Perusahaan satu ini memiliki jangkauan yang luas dan melayani domestik maupun internasional. Ongkos kirim (ongkir) yang dipatok JNE pun relatif terjangkau, terlebih untuk cakupan satu kota, misalnya saja dari ke sesama .

Untuk pengiriman JNE dari Bandung ke Bandung tersedia dalam beberapa pilihan layanan, mulai dari reguler yang dipatok dengan Rp8.000 per kilogram (kg) dengan estimasi sampai antara 1-2 hari, lalu untuk layanan YES (Yakin Esok Sampai) harganya Rp10.000 dan dijamin sampai dalam 1 hari, serta layanan SS (Super Speed) tarifnya Rp51.000.

Tersedia pula JNE Trucking (JTR) untuk pengiriman dalam jumlah besar dengan menggunakan truk jalur darat. Adapun untuk ongkir JTR Bandung ke Bandung mulai Rp25.000, JTR250 Rp350.000, JTR<150 Rp200.000, dan JTR>250 ongkirnya Rp500.000, dengan estimasi tiba dalam 3-4 hari.

Meskipun saat ini virus corona menjadi ancaman menjadi berbagai sektor bisnis, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengaku tidak merasakan dampak yang signifikan dari merebaknya virus mematikan tersebut. Sejauh ini pengiriman JNE dikabarkan masih berjalan normal karena sebagian besar pengiriman JNE merupakan pengiriman dalam negeri. “Jumlah pengiriman internasional masih cukup kecil angkanya di kisaran ribuan paket per bulan,” kata VP Marketing JNE Express, Eri Palgunadi, Selasa (18/2), seperti dilansir Kontan.

Eri menjelaskan, pengiriman internasional yang memakai maskapai komersial sejauh ini hanya 1 negara yang ditutup sementara waktu. Oleh sebab itu, hal tersebut katanya tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis JNE secara keseluruhan.

Sepanjang tahun 2019 lalu, JNE mencatatkan pertumbuhan jumlah kiriman paket sebesar 30%. Tahun 2020 ini JNE menargetkan pertumbuhan volume pengiriman yang sama seperti tahun lalu, tanpa menyebutkan realisasi paket yang dikirimkan. Selain itu, menurut Eri seiring dengan perkembangan digital yang sangat pesat, maka inovasi juga harus dilakukan. “Agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan,” ucapnya.

Inovasi yang digagas oleh JNE adalah dengan memperbesar kapasitas IT serta membangun mega hub di atas lahan 40 hektare. Proyek yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2020 ini diharapkan bisa mengurangi tingkat kesalahan serta mempercepat sortir , sehingga mempercepat waktu pengiriman ke konsumen.

Loading...