Omzet Capai Jutaan Rupiah, Keuntungan Bisnis ATK Tak Mengenal Musim

Alat Tulis Kantor - murnaj.comAlat Tulis Kantor - murnaj.com

Selama ini alat tulis kantor (ATK) memang kerap dipandang sebelah mata karena keuntungannya dianggap terlalu kecil dan tidak langsung terlihat. Padahal saat ini sudah banyak pusat perkantoran dan yang dibangun di area perkotaan yang menuntut para pelaku untuk jeli mencari peluang dan memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan ATK di perkantoran, kampus, sekolah, dan masyarakat umum.

Poin utama yang perlu dipertimbangkan dalam memulai bisnis ATK tentu saja adalah pemilihan . Usaha yang tergolong sangat menjanjikan ini bisa memberikan keuntungan yang cukup besar bila dibangun di area perkantoran, kampus, atau sekolah. Sebab pegawai kantor, mahasiswa, atau murid sekolah biasanya membutuhkan kertas atau alat tulis untuk mendukung kegiatan mereka. “Dan harus menghindari pusat perbelanjaan karena khawatir bakal bersinggungan dengan pemain besar,” ujar Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Waralaba dan License Indonesia (WALI).

Karena kebutuhan alat tulis tak pernah mengenal musim, para pelaku usaha biasanya juga sekaligus menyediakan mesin fotokopi untuk melayani kebutuhan fotokopi masyarakat. Selain datang untuk berbelanja kebutuhan ATK, biasanya juga datang untuk fotokopi dokumen pribadi mereka. “Kebetulan di sini kami juga punya mesin fotocopy, jadi ini sangat membantu,” ujar Erin, pengelola ATK di Mongkonai, Kotamobagu.

Menurut Erin, omzet per hari dari bisnis fotokopi dan berjualan ATK ini bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp 3,5 jutaan. Umumnya perlengkapan kantor seperti alat tulis, buku, kertas HVS, amplop, tinta, dan pulpen adalah yang paling banyak laku dan dibutuhkan di sebuah toko ATK.

Selain mengumpulkan dan membangun bisnis ATK sendiri, tawaran kemitraan toko ATK kini juga sudah banyak tersedia. Misalnya saja seperti bisnis franchise atau waralaba yang ditawarkan PT Mitra Mega Sempurna dengan pilihan investasi Rp 300 juta dan Rp 350 juta. Dengan kerjasama tersebut mitra bisnis diperkirakan dapat mencapai omzet Rp 85 juta setiap bulannya.

Loading...