Omnibus Law Disahkan, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

JAKARTA – tampil trengginas hingga perdagangan Selasa (6/10) didukung sejumlah sentimen positif, termasuk pengesahan UU Omnibus Law yang secara umum mendapatkan respons positif dari . Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 65 poin atau 0,44% ke level Rp14.735 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan jam 10.00 WIB tadi menempatkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.712 per dolar AS, menguat tajam 155 poin dari transaksi sebelumnya di level Rp14.867 per dolar AS. Ini adalah posisi JISDOR tertinggi selama kurun waktu satu bulan sejak mencapai Rp14.615 per dolar AS pada 1 September lalu.

Dikutip dari Bisnis, salah satu sentimen yang paling memengaruhi adalah pelaku pasar lega setelah mendengar kabar bahwa , Donald Trump, segera keluar dari Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, tempatnya dirawat akibat Covid-19. Investor juga akan memantau pernyataan dari Ketua , Jerome Powell, yang dijadwalkan untuk menyampaikan pidato utama di konferensi NABE pada hari Selasa waktu setempat.

Selain itu, pengesahan UU Omnibus Law mendapatkan respons positif dari pasar. Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, seperti dilansir Kompas, menuturkan bahwa dengan UU tersebut, maka relokasi investasi dari luar akan lebih mudah untuk masuk ke , selain membuka peluang bagi sektor properti dan konstruksi karena pembebasan lahan akan lebih jelas.

Berbanding terbalik, indeks dolar AS harus melemah terhadap mata uang berisiko pada hari Selasa di tengah meningkatnya optimisme bahwa anggota parlemen AS dapat menyetujui stimulus baru untuk menumpulkan dampak dari virus corona. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,076 poin atau 0,08% ke level 93,437 pada pukul 14.18 WIB.

Diberitakan Reuters, selera risiko juga meningkat setelah Trump dilaporkan meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Gedung Putih setelah perawatan untuk Covid-19, suatu perkembangan yang dipandang mengurangi ketidakpastian dalam waktu dekat. “Saya pikir harapan stimulus AS adalah pendorong utama,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto.

Loading...