Senin Sore, Rupiah Tetap Melemah Meski Oktober Inflasi

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (2/11) sore - tirto.id

JAKARTA – tetap gagal mengatrol posisi ke area hijau pada perdagangan Senin (2/11) sore ketika Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia bulan Oktober 2020 akhirnya dilaporkan mengalami inflasi walau relatif rendah. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.640 per AS.

Badan Pusat Statistik () siang tadi mengumumkan sepanjang Oktober 2020, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,07% secara month-to-month. Ini sekaligus memutus mata rantai yang telah terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Dengan demikian, inflasi tahun kalender berada di 0,95% dan inflasi tahunan sebesar 1,44%.

Dari 90 kota, ada 66 kota yang mencatatkan inflasi dan 24 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04%, sedangkan terendah di DKI Jakarta sebesar 0,01%. Sebaliknya, deflasi tertinggi terjadi di Manokwari, yakni -1,81% dan terendah di Surabaya sebesar -0,02%. “Secara umum, ada kenaikan berbagai harga komoditas,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto.

Angka inflasi ini tidak jauh berbeda dari prediksi sejumlah ekonom. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memprediksi akan terjadi inflasi sebesar 0,08% secara bulanan, sama seperti perkiraan oleh . Keyakinan inflasi salah satunya karena dibukanya semua sektor perekonomian pasca-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terutama di DKI Jakarta.

“Pada lanjutannya, bersamaan dengan percepatan pengeluaran belanja APBN, pemulihan ekonomi nasional dan APBD,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir, dikutip Radar Banyumas. “Daya beli dan permintaan domestik juga menunjukkan peningkatan signifikan mulai pertengahan September kemarin.”

Sayangnya, laporan ini belum cukup mengatrol rupiah lantaran dolar AS bertahan stabil pada hari Senin, ketika investor bersiap untuk pemilihan pada minggu ini, sedangkan lonjakan kasus virus corona secara terus membebani sentimen. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,097 poin atau 0,1% ke level 94,315 pada pukul 11.16 WIB.

Dikutip dari CNBC, investor berpegang pada aset aman ketika agenda pemilihan presiden AS membuat pasar keuangan gelisah. Calon dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin dalam jajak pendapat nasional. Namun, calon incumbent, Donald Trump, dapat mencapai 270 suara yang diperlukan untuk menang di Electoral College yang menentukan pemenang secara keseluruhan.

Loading...