Oknum Bermodus Terlilit Hutang, Berapa Harga Ginjal di Rumah Sakit?

Jual Beli Ginjal - (Sumber: news.liputan6.com)Jual Beli Ginjal - (Sumber: news.liputan6.com)

Beberapa rumah sakit yang tersebar di Indonesia ternyata sering mendapatkan tawaran ginjal dari pendonor yang mengharapkan imbalan uang. Selain menawarkannya melalui akun media sosial, tak sedikit dari ‘’ ginjal tersebut yang datang langsung ke rumah sakit. Kejadian tersebut juga terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin Bandung.

Meski kerap didatangi oleh para pendonor ginjal yang mengharap imbalan uang. Namun Humas RS Hasan Sadikin, Nurul Wulandhani mengaku penawaran donor tersebut semuanya ditolak. Secara prosedur, donor ginjal harus untuk keluarganya sendiri. Namun kebanyakan orang mendonorkan ginjal karena ingin mendapat imbalan uang, karena hampir semua pendonor bermodus terlilit hutang.

“Pendonor ginjal ke pasien gagal ginjal memang harus batin atau inti. Di antaranya orang tua, kakak, adik, paman, bibi, atau saudara sepupu. Tujuannya untuk menghindari organ tubuh manusia. Kalau ketahuan bohong, operasi tidak dilakukan. Kami punya cara mengetahuinya,” kata Rubin Surachno Gondodiputro, Ketua Tim Tranplatasi Ginjal RS Hasan Sadikin, dilansir dari Tempo.

Rubin mengaku pernah melakukan operasi transplatasi ginjal sebanyak empat kali. Operasi semacam ini memang jarang terjadi karena operasi ginjal tergolong , berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta. Namun BPJS hanya mampu menutup sebesar Rp250 juta.

Fenomena jual beli ginjal memang tengah ramai, terlebih setelah beberapa waktu lalu polisi sempat mengungkap praktik jual beli ginjal secara ilegal. Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia membongkar sindikat penjualan ginjal. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Dalam jual-beli tersebut calon dikenai Rp300 juta untuk satu buah ginjal. juga yang bertanggungjawab membiayai prosedur operasi transplantasi.

Dari ketiga tersangka ini, mereka mempunyai fungsi masing-masing. AG dan DD, yang juga sebenarnya adalah korban di masa lalu, mencari korban, sedangkan HS menjadi penghubung dengan pihak rumah sakit. Modusnya, begitu HS mendapat order ginjal dari RS, dia lalu mengorder ke AG dan DD untuk mencari korban. Peristiwa ini sudah sejak Januari 2014- Desember 2015 lalu.Sebenarnya memang ada praktik donor ginjal yang sesuai aturan. Proses donor ginjal yang sesuai aturan hukum tersebut adalah adanya wawancara yang dilakukan oleh calon pendonor dengan psikiatri forensik.

“Wawancara itu hanya bisa dilakukan oleh profesional psikiatri forensik. Itu memang harus dilakukan. Apa yang ditanya itu memang bagian dari profesionalisme. Prosedur dilakukan dengan bagus. Kemudian juga harus diketahui fungsi eksekutif dari bakal calon donor itu. Apa dia punya analisis terhadap apa yang sebenarnya dia ambil keputusan bagi dirinya itu,” tutur C.H. Soejono, Direktur Utama RSCM, dikutip melalui Detik.com.
Jadi pada intinya pendonor yang sampai ke meja operasi sudah benar-benar bersih tidak ada masalah. Terhitung sejak tahun 2009, RSCM mengaku sudah melakukan operasi transplatasi ginjal sebanyak 200 kali.

Loading...