Obligasi Amerika Merosot, Rupiah Menguat

Rupiah 100ribuRupiah menguat 45 basis poin pada sesi pembukaan perdagangan antar bank di sesi pertama hari ini (14/1) di Jakarta, menjadi Rp 12.535 per Dolar . Kepala Peneliti Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, menyatakan bahwa perdagangan Rupiah meningkat di pagi hari karena dari adanya penurunan lahan di Amerika Serikat. “Selain itu, pernyataan perwakilan Bank Pembangunan Asia yang memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh sekitar 5,6% sepanjang telah menciptakan trend positif di keuangan,” kata Reza. Reza juga mengatakan bahwa trend negatif global masih potensial untuk membuat Rupiah terdepresiasi dalam waktu dekat.

ekonomi makro yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan perekonomian di Jerman dan Italia serta tingkat yang rendah di Inggris telah memberikan tekanan pada dan , yang kemudian berdampak memberikan lebih banyak ruang Dolar Amerika untuk memperbaiki posisi di pasar global.

Secara terpisah, analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir menambahkan bahwa Dolar Amerika┬átetap kuat karena jumlah baru di Amerika Serikat telah meningkat, sehingga pelaku pasar lebih optimis akan perkembangan ekonomi AS. “Para pelaku pasar juga cenderung lebih berhati-hati dalam memutuskan aset apa yang harus mereka pertahankan, sehingga mereka akan tetap memantau sambil menunggu pengumuman suku bunga acuan Besok (15/1),” kata Zulfirman. Zulfirman meramalkan bahwa mata uang domestik akan diperdagangkan di antara Rp 12.550 hingga Rp 12.615 per dolar AS hingga sesi perdagangan hari ini ditutup.

Loading...