Nyaris Tembus Level 13.500, Pelemahan Rupiah Sudah Tidak Wajar

Rupiah Turun Dolar NaikSetelah tembus ke posisi 13.400-an, semakin terdesak hingga mendekati level 13.500 pada akhir perdagangan hari Jumat lalu (24/7). Berdasar kurs referensi (Jakarta Interbank Spot Rate) Bank Indonesia, Rupiah telah menginjak posisi Rp 13.448 per AS pada akhir perdagangan hari Jumat lalu (24/7).

Terpuruknya Rupiah dipengaruhi oleh beberapa hal, yang diantaranya berasal dari faktor eksternal terkait membaiknya data Amerika Serikat. Data di negeri Paman Sam tersebut mengalami perbaikan yang signifikan. Sentimen negatif yang berasal dari sisi internal juga semakin bertambah setelah Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dari yang semula 5,4% – 5,8% menjadi 5% – 5,4%.

Respon yang terkesan terlalu santai menanggapi merosotnya Rupiah ini memancing opini dari Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef). “kalau anggap pelemahan rupiah masih wajar karena kondisi eksternal dan tak menilai ini sudah lampu kuning, tak akan ada emergency rescue yang serius. Pelemahan rupiah pun bakal jadi ancaman,” ujar Enny. “Level Rp 13.400 itu sudah sangat dekat,” tambahnya. Alasan yang mengatakan bahwa pelemahan bukan hanya terjadi pada Rupiah juga dirasa tidak logis. “Oke dolar AS menguat dengan currency lain. Namun, pelemahan Rupiah ini terlalu signifikan,” tegasnya.

Loading...