NPL Menurun, Profitabilitas Perbankan Bakal Membaik Tahun Depan

Profitabilitas perbankan dalam negeri diprediksi bakal pada tahun 2017 mendatang. Pasalnya, tekanan laju rasio bermasalah (non performing loan atau NPL) diramalkan tidak akan tinggi lagi dan besaran provisi yang dibentuk bank pada 2015-2016 sudah mencukupi untuk posisi tahun depan.

“Laba perbankan kita dapat lebih tinggi, karena provisi sudah tidak setinggi tahun lalu,” ujar Equity Research PT Mandiri Sekuritas, Tjandra Lienandjaja. “Kami juga memperkirakan bank akan melakukan write off (hapus buku) yang cukup besar pada akhir Desember mendatang untuk menurunkan NPL mereka.”

Menurutnya, pada akhir 2016, kemungkinan pertumbuhan laba secara bank berada di dalam kisaran 6-8 persen (year on year/YoY). Persentase kenaikan tersebut dapat dikatakan flat, karena pertumbuhan laba perbankan pada Juni 2016 mencapai 7,4 persen YoY.

Senada, PT Bank Maybank Tbk, Kim Eng Rahmi Marina, mengatakan pertumbuhan Indonesia akan membaik pada tahun 2017 dan berada di posisi 5,3 persen. Sejalan dengan hal tersebut, kondisi NPL di perbankan juga akan , pertumbuhan kredit mencapai 13 persen YoY dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12 persen YoY di akhir tahun 2017.

Namun untuk saat ini, rasio profitabilitas perbankan diproyeksikan akan tertekan oleh pencadangan. Hal ini dikarenakan prediksi kredit macet masih akan tinggi pada kuartal III dan kuartal IV sehingga bank minimal masih akan mempertahankan pencadangan hingga akhir kuartal IV 2016. Selain itu, jika dilihat dari realisasi rasio profitabilitas (ROA) perbankan pada kuartal II 2016, masih mengalami penurunan 1,78 bps menjadi 2,2 persen.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan salah satu bank besar yang mencatatkan penurunan ROA pada semester I 2016 dengan 23 bps YoY menjadi 3,68 persen. Sementara, PT Bank Pan Indonesia Tbk juga mencatatkan penurunan ROA 4 bps YoY menjadi 1,57 persen.

Loading...