Nonfarm Payroll AS Meningkat, Rupiah Dibuka Melemah 4 Poin

Rupiah - www.businesstimes.com.sgRupiah - www.businesstimes.com.sg

Rupiah kembali melemah setelah data nonfarm menunjukkan grafik peningkatan. Menurut catatan Index, Garuda membuka Senin (7/5) ini dengan melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.949 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.945 per dolar pada akhir pekan (4/5) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa data nonfarm payroll Paman Sam di bulan April 2018 bertambah menjadi 164.000, lebih tinggi dari kenaikan pada bulan sebelumnya yang sebesar 135.000. Namun, angka ini masih berada jauh di bawah prediksi pertumbuhan 190.000. Sementara, tingkat pengangguran turun menjadi 3,9%, level terendah dalam 18 tahun.

Ketenagakerjaan meningkat di berbagai industri AS, termasuk manufaktur, perawatan kesehatan, dan akuntansi. Perekonomian pun telah menambahkan pekerjaan setiap bulan sejak Oktober 2010, sebuah rentang 91 bulan yang menempati urutan sebagai periode terpanjang pertumbuhan pekerjaan yang tercatat.

“Tekanan terhadap rupiah belum berhenti, dan mata uang Garuda sepekan ke depan cenderung akan bergerak melemah,” kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir Kontan. “Salah satu pemicunya adalah data tenaga kerja AS yang positif, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 3,9% pada bulan April 2018.”

Saat ini, domestik menantikan laporan () kuartal pertama 2018 yang rencananya bakal dirilis siang nanti. Sejumlah ekonom memprediksi, angka PDB nasional selama tiga bulan pertama tahun ini akan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski laju pertumbuhan agak melambat.

“Jika angka PDB Indonesia kuartal pertama 2018 di bawah ekspektasi pasar, maka kabar itu akan berimbas negatif ke pasar modal domestik. Dengan skenario itu, ada kekhawatiran pertumbuhan laba bersih emiten bisa ikut melambat,” timpal analis Artha Sekuritas Indonesia, Juan Harahap. “Hal ini bakal menekan IHSG.”

Loading...