Nonfarm Payroll AS Mengecewakan, Rupiah Dibuka Menguat 8 Poin

Rupiah & dolar - beritagar.id

Data nonfarm AS yang mengecewakan membuat rupiah mampu rebound pada pembukaan perdagangan awal pekan (9/4) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda membuka dengan menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.770 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.778 per AS pada akhir pekan (6/4) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, pemerintah AS merilis data nonfarm payroll negara tersebut yang hasilnya hanya meningkat 103.000 pada bulan Maret 2018. Angka ini masih jauh di bawah prediksi ekonom yang mencapai 188.000 dan lebih rendah dari laporan indikasi ADP sebesar 241.000 yang dirilis pada Rabu (4/4). Selain itu, data tingkat pengangguran AS di bulan kemarin juga masih berada di level 4,1%, atau tidak sesuai ekspektasi sebesar 4%.

“Jika seseorang hanya fokus pada satu bulan ini, maka laporan pekerjaan di bulan Maret berada di sisi yang mengecewakan,” ujar analis senior di Bankrate.com, Mark Hamrick, seperti dikutip dari CNBC. “ kerja secara luas dianggap berkorelasi dengan pekerjaan penuh. Jadi, pertumbuhan harus melambat pada titik ini.”

Sementara itu, ekonom Bank Central , David Sumual, menilai bahwa potensi pelemahan sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Jumat kemarin sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Data klaim pengangguran AS pun meningkat melebihi ekspektasi. “Meski demikian, potensi penguatan rupiah dibatasi oleh pidato Gubernur , Jerome Powell, yang masih optimistis dengan prospek ekonomi AS,” kata David.

“DI samping itu, sentimen perang dagang antara AS dan China juga masih berpotensi mengganggu stabilitas pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini, apalagi Donald Trump akan menambah target barang dari China sebesar 100 miliar dolar AS,” sambung David. “Untuk hari ini, rupiah kemungkinan bergerak pada rentang Rp13.740 hingga Rp13.780 per dolar AS.”

Loading...