Nilainya Sudah Lebih dari Rp 140 Juta, Transaksi Bitcoin di Indonesia Ternyata Masih Kecil

Bitcoin - www.coindesk.comBitcoin - www.coindesk.com

bitcoin hari ini, Kamis (22/2) dibuka 3,11% ke posisi 10.781,51 atau sekitar Rp 147 jutaan setelah dibuka pada level 10.456,17 di awal hari ini dengan pangsa pasar sebesar 182 miliar. Namun pada dini hari pukul 05.26pm GMT harga Bitcoin sempat turun sebesar 737.

Berdasarkan diskusi bitcoin harian menunjukkan bahwa pemilik BTC bertahan di pasar untuk mengoreksi dirinya sendiri setelah jatuh di awal bulan. Menurut kontributor CoinDesk, Omkar Godbole, pasar bearish tengah diperdagangkan di bawah level tertinggi Desember dan Januari, namun prospeknya akan meningkat. “Resistensi garis tren saat ini mencapai USD 12.300 serta tren 5 hari dan 10 hari mendukung perilaku pasar yang lebih bullish,” ujar Godbole, seperti dilansir Express.

Sementara itu dari dalam negeri, keberadaan Bitcoin di masih belum juga memperoleh legalitas dari . Menurut CEO Bitcoin.co.id, Oscar Darmawan, Bitcoin di Indonesia masih sangat kecil, berbeda jauh dengan besar di negara Jepang, Korea Selatan, dan China.

“Volume transaksinya di Indonesia tidak sampai 10 persen dari volume transaksi di seluruh dunia. Jadi masih kecil di Indonesia sebenarnya hanya satu sampai dua persen,” kata Oscar di , Senin (19/2), seperti dilansir Republika. Akan tetapi ia masih belum bersedia menyebut angka pastinya.

Oleh sebab itu Oscar berpendapat bahwa dengan adanya pemberitaan apapun di Indonesia termasuk larangan Bank Indonesia (BI) terhadap segala bentuk transaksi menggunakan Bitcoin masih belum terlalu mempengaruhi transaksi Bitcoin secara . Saat ini pemberitaan seputar legalitas Bitcoin masih menjadi topik yang cukup hangat untuk dibahas.

“Jadi pemberitaan apa pun tidak terlalu berefek pada harga internasional. Hal itu karena volume transaksinya tidak sampai 10 persen dari volume transaksi seluruh dunia,” jelas Oscar. Oscar juga menambahkan bahwa pemberitaan terkait ilegal untuk transaksi pembayaran tak hanya ditujukan pada cryptocurrency saja, tetapi juga lain seperti AS, Euro, dan sebagainya. “Jadi itu bukan hal baru,” tegasnya.

Loading...