Nilai Tukar Rupiah Melonjak 105 Poin di Akhir Perdagangan

Jakarta – Mengejar ketertinggalan dari di hari sebelumnya, terdongkrak hingga 105 poin atau sekitar 0,80%. Dicatatkan oleh Indeks Bloomberg, tiba di level Rp 13.052 per Dolar pada akhir perdagangan Kamis sore (10/3).

Meski IHSG turun di awal sesi II, tampaknya tak menyurutkan langkah Rupiah untuk terus melaju ke jalur hijau. Sebelumnya, Rupiah telah dibuka menguat 27 poin atau 0,21% ke level Rp 13.130/USD pada awal perdagangan pagi ini.

Dikatakan oleh Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, posisi Rupiah masih diuntungkan dengan membaiknya dan pelemahan indeks dolar yang terjadi secara bersamaan. Di luar itu, Rupiah dikatakan nyaris keluar dari level 13.000-an karena adanya aliran dana asing yang masuk di surat utang (SUN) dan IHSG.

“Tetapi kenaikan , menunjukkan akumulasi dolar oleh BI. Seakan menunjukkan keinginan untuk mencegah penguatan Rupiah yang terlalu tajam dalam waktu singkat,” ungkap Rangga dalam risetnya.

Perkasanya terhadap Dolar AS juga menggelitik untuk ikut bicara. Presiden menyebutkan bahwa perbaikan dalam beberapa minggu terakhir menandakan perbaikan ekonomi makro dalam negeri dibandingkan tahun lalu. Tanpa mengesampingkan gejolak esternal, Presiden meyakini jika penguatan Rupiah adalah murni sebagai buah dari sentimen positif yang terbentuk dari ranah domestik.

“Kalau kamu tidak melakukan deregulasi, tidak akan ada pengaruh (terhadap rupiah). Dua-duanya (faktor internal dan eksternal),” perjelas Presiden Joko Widodo ketika ditemui di Kawasan Cipta Krida Bahari Cakung, Jakarta Utara, hari ini (10/3).

Loading...